Pramono Anung Targetkan Jakarta Masuk Top 50 Global Cities pada 2030
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan Target Jakarta Global Cities untuk masuk jajaran 50 kota terbaik dunia pada 2030, didorong oleh performa positif dan ekosistem olahraga yang dinamis.

Jakarta, Ibu Kota Indonesia, memiliki ambisi besar untuk bersaing di kancah global. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi menargetkan kota ini untuk masuk dalam jajaran 50 Kota Global Teratas (Top 50 Global Cities) pada tahun 2030.
Target ambisius ini diungkapkan Pramono saat menghadiri Forum Utama Indonesia Sports Summit 2025 yang berlangsung di Indonesia Arena Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu. Lebih jauh, ia juga menargetkan Jakarta untuk mencapai posisi 20 besar pada tahun 2045.
Pencapaian ini diharapkan dapat terwujud melalui berbagai strategi pembangunan kota yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup, infrastruktur, serta pengembangan sektor-sektor strategis, termasuk ekosistem olahraga dan wellness.
Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Jakarta
Visi Jakarta untuk menjadi kota global didasari oleh indikator positif yang telah terlihat. Pramono Anung menyoroti kenaikan peringkat Jakarta dalam Global City Index.
"Sejumlah indikator peningkatan kualitas kota telah terlihat, antara lain kenaikan peringkat Jakarta dari 74 menjadi 71 dalam Global City Index tahun 2025," kata Pramono. Kenaikan ini menunjukkan progres signifikan dalam upaya peningkatan daya saing dan kualitas hidup di Jakarta.
Ekosistem olahraga dan wellness atau kesehatan holistik ditempatkan sebagai salah satu sektor strategis dalam pembangunan kota. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk menarik investasi dan wisatawan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup penduduk Jakarta.
Fokus pada sektor olahraga dan wellness ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian Target Jakarta Global Cities yang telah ditetapkan.
Olahraga sebagai Pilar Ekonomi dan Gaya Hidup Kota
Sektor sport tourism di Jakarta menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dan kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan maupun investor. Perkembangan ini tidak hanya terbatas pada pariwisata, tetapi juga merambah ke ekonomi gaya hidup.
"Sektor sport tourism di Jakarta menunjukkan pertumbuhan yang pesat dan kini menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun investor," ujarnya. Fenomena sport lifestyle economy yang menjadi tren global juga membuka peluang ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Jakarta.
Pramono Anung menegaskan bahwa olahraga telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar pertandingan. "Olahraga kini bukan lagi sekadar pertandingan, tetapi identitas, gaya hidup, dan industri bernilai triliunan rupiah," jelasnya.
Meningkatnya aktivitas olahraga di Jakarta tercermin dari maraknya penyelenggaraan berbagai kegiatan. Kota ini rutin menjadi tuan rumah untuk maraton, e-sports, bela diri, futsal, dan basket. "Hal ini menunjukkan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas olahraga yang dinamis," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2818452/original/068180400_1559103065-Screenshot_2019-05-13-17-09-10-899_com.miui.videoplayer.jpg)

















