Puluhan Pengungsi Banjir di Pekalongan Terserang ISPA
Puluhan kasus ISPA muncul setelah para warga bertahan beberapa hari di lokasi pengungsian.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi keluhan kesehatan paling banyak dialami warga terdampak banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah mencatat puluhan kasus ISPA muncul setelah para warga bertahan beberapa hari di lokasi pengungsian.
Kabiddokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Pol drg. Agustinus, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan ISPA mendominasi keluhan kesehatan para pengungsi.
“Hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak ditemukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 54 kasus,” kata Agustinus, Rabu (21/1).
Selain ISPA, petugas kesehatan juga menemukan sejumlah pengungsi mengalami keluhan lain, seperti batuk, sesak napas, pusing, hipertensi, diare, hingga gangguan penyakit kronis yang kambuh akibat kondisi lingkungan pengungsian.
“Secara keseluruhan, sebanyak 85 pengungsi telah kami periksa dan seluruhnya mendapatkan penanganan medis sesuai hasil pemeriksaan,” ujarnya.
Untuk menangani dampak kesehatan tersebut, personel Biddokkes Polda Jawa Tengah memberikan layanan kesehatan gratis di sejumlah titik pengungsian. Pelayanan dilakukan di Posko Pengungsian SD Negeri 3 Tirto dan Posko Masjid Khusnul Khuluq, Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan.
“Di lokasi tersebut, para pengungsi mendapatkan pemeriksaan langsung oleh dokter umum, serta menerima obat-obatan dan vitamin sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing,” ungkap Agustinus.
Ia menilai kondisi pengungsian yang lembap, padat, serta terbatasnya fasilitas kebersihan menjadi faktor yang berpotensi memicu munculnya ISPA dan gangguan kesehatan lain jika tidak ditangani sejak dini.
“Pelayanan kesehatan ini sangat penting untuk mencegah memburuknya kondisi kesehatan pengungsi, terutama kelompok rentan,” jelasnya.
Edukasi Singkat
Selain pengobatan, petugas kesehatan juga memberikan edukasi singkat kepada para pengungsi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan guna menekan risiko penularan penyakit di area pengungsian.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa kehadiran Polri di lokasi pengungsian merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Dalam situasi bencana, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Kami hadir untuk memastikan para pengungsi mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” pungkasnya.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)



















