Strategi Kemenpora Atlet Internasional: Erick Thohir Siapkan Skema Baru untuk Medali Emas dan Regenerasi
Kemenpora meluncurkan strategi baru pengiriman atlet internasional, membagi dalam kelas super elit hingga potensial, demi medali emas dan regenerasi berkelanjutan.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara resmi mengumumkan skema baru dalam pengiriman atlet ke berbagai ajang multi-event internasional. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kontingen Indonesia serta memastikan target medali emas tercapai secara konsisten di masa mendatang. Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa pendekatan ini akan lebih terstruktur dan tidak lagi bersifat “coba-coba” dalam memilih perwakilan bangsa.
Menpora Erick Thohir mengungkapkan bahwa skema baru ini akan mengklasifikasikan atlet ke dalam beberapa kategori, yakni super elit, elit, dan potensial. Pembagian kelas ini dirancang untuk mempermudah proses seleksi dan pembinaan, sehingga setiap atlet yang diberangkatkan benar-benar merupakan yang terbaik di bidangnya. Harapannya, strategi Kemenpora atlet internasional ini dapat membawa dampak positif bagi prestasi olahraga nasional.
Pengumuman penting ini disampaikan oleh Erick Thohir dalam siniar Redaksi Olahraga ANTARA di Jakarta pada hari Selasa. Strategi ini tidak hanya berfokus pada perburuan medali, tetapi juga menekankan pentingnya regenerasi atlet di setiap cabang olahraga, memastikan keberlanjutan prestasi Indonesia di kancah global.
Mengenal Skema Baru Pengiriman Atlet Kemenpora
Kemenpora kini mengimplementasikan sebuah sistem yang lebih terencana untuk pengiriman atlet ke ajang internasional. Sistem ini membagi atlet berdasarkan potensi dan level performa mereka, yaitu kategori super elit, elit, dan atlet potensial. Dengan adanya klasifikasi ini, diharapkan setiap atlet yang mewakili Indonesia memiliki persiapan yang matang dan sesuai dengan standar kompetisi tertinggi.
Menpora Erick Thohir menjelaskan bahwa skema ini dirancang untuk menghilangkan pendekatan “coba-coba” dalam seleksi atlet. “Kami di Kemenpora juga mulai mempolakan pengiriman atlet ke depan (ke ajang multi event). Tidak hanya super elit, elit, dan masa depan, ya kami enggak mau dibilang pengiriman atlet ini coba-coba,” kata Erick Thohir. Ini menunjukkan komitmen Kemenpora untuk mengirimkan kontingen terbaik yang siap bersaing.
Penerapan skema ini juga akan mempermudah proses administrasi dan logistik bagi kontingen Merah Putih yang akan bertanding di kancah global. Efisiensi dalam sistem pengiriman diharapkan dapat memberikan fokus lebih kepada atlet untuk berlatih dan berkompetisi. Strategi Kemenpora atlet internasional ini menjadi fondasi penting untuk peningkatan prestasi olahraga nasional.
Target Medali Emas dan Regenerasi Atlet Berkelanjutan
Selain fokus pada perolehan medali emas, skema baru Kemenpora juga sangat menekankan aspek regenerasi atlet. Erick Thohir berharap bahwa melalui sistem ini, selain memburu setiap medali emas di ajang pesta olahraga, juga bisa menerapkan strategi regenerasi kepada para atlet-atlet di masing-masing cabang. Hal ini krusial untuk memastikan pasokan talenta muda yang berkelanjutan.
Erick menegaskan bahwa regenerasi harus berjalan seiring dengan target prestasi. “Jadi regenerasi itu harus ada tetapi pemikirannya itu bahwa kami tidak mengirim lagi atlet coba-coba. Kami mengirim atlet yang terbaik dan targetnya emas,” ungkap Erick. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara mengejar kemenangan instan dan membangun kekuatan olahraga jangka panjang.
Pendekatan ini mencerminkan visi jangka panjang Kemenpora untuk menciptakan ekosistem olahraga yang kuat. Dengan memastikan bahwa atlet terbaik dikirim dan proses regenerasi berjalan, Indonesia dapat terus bersaing di level tertinggi. Strategi Kemenpora atlet internasional ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama bangsa.
Optimisme Kemenpora Menuju Asian Games 2026
Setelah sukses mendulang 333 medali pada ajang SEA Games Thailand 2025, yang terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu, Kemenpora kini memandang optimistis Asian Games Nagoya 2026. Pencapaian peringkat kedua di SEA Games 2025 menjadi modal berharga dan indikator positif bagi persiapan menuju ajang yang lebih besar. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar atlet Indonesia.
Dengan proses regenerasi yang terus berjalan dan pencapaian bersejarah di SEA Games 2025, Kemenpora sangat optimistis bisa menatap Asian Games 2026 dengan target yang lebih tinggi. Skema pengiriman atlet yang baru ini diharapkan dapat menjadi katalisator untuk mencapai hasil yang lebih baik di Nagoya. Fokus pada strategi Kemenpora atlet internasional ini adalah kunci.
Persiapan matang dan seleksi ketat melalui skema baru akan memastikan bahwa hanya atlet paling siap yang akan diberangkatkan. Ini adalah bagian dari upaya Kemenpora untuk tidak hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkan performa kontingen Indonesia di kancah Asia. Asian Games 2026 menjadi target utama berikutnya untuk menunjukkan kekuatan olahraga Indonesia.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)

















