Bukan Hanya Bulutangkis, Erick Thohir Janjikan Tata Ulang Fokus Olahraga Nasional: Apa Saja yang Jadi Prioritas?
Menteri BUMN Erick Thohir menjanjikan tata ulang fokus olahraga nasional

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, baru-baru ini menyatakan komitmennya untuk melakukan tata ulang fokus olahraga nasional. Pernyataan ini disampaikan Erick di Jakarta pada Rabu, 17 September, menandai sebuah era baru dalam pengembangan olahraga Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi atlet dan mencapai prestasi tertinggi di kancah global.
Erick menekankan pentingnya memprioritaskan cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih medali di ajang bergengsi seperti Olimpiade. Ia juga menyoroti perlunya penataan ulang posisi Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games dalam peta jalan olahraga nasional. Ini akan memastikan setiap ajang memiliki tujuan yang jelas dan terintegrasi dengan visi besar.
Presiden Joko Widodo sendiri telah mengamanatkan agar olahraga tidak hanya dimasyarakatkan, tetapi juga menjadi cerminan kewibawaan bangsa di mata internasional. Oleh karena itu, Erick akan duduk bersama semua pihak terkait untuk merumuskan strategi yang komprehensif. Ini termasuk menyelesaikan isu-isu internal dalam organisasi olahraga.
Prioritas Cabang Olahraga dan Target Internasional
Dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa, Erick Thohir menegaskan perlunya penentuan prioritas cabang olahraga secara cermat. Ia secara khusus menyoroti Olimpiade sebagai tujuan utama, di mana cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali akan mendapatkan perhatian lebih. Ini adalah langkah strategis untuk memaksimalkan sumber daya yang ada.
Selama ini, bulutangkis memang menjadi tumpuan utama kontingen Indonesia di berbagai ajang multicabang. Namun, Erick juga menyoroti cabang olahraga lain yang kerap berprestasi namun tergolong kurang populer. Contohnya adalah angkat besi dan panjat tebing, yang berhasil menyumbang medali emas di Olimpiade Paris.
Pada Asian Games 2022, daftar cabang olahraga penyumbang medali emas menunjukkan keragaman potensi. Wushu, angkat besi, menembak, panjat tebing, sepeda BMX, dan perahu naga adalah beberapa di antaranya. Data ini akan menjadi dasar penting dalam menentukan fokus olahraga masa depan Indonesia.
Keberpihakan pada Atlet Disabilitas dan Transformasi Generasi Muda
Selain fokus pada prestasi di ajang umum, Erick Thohir juga menunjukkan keberpihakannya yang kuat terhadap atlet-atlet disabilitas. Kontingen Indonesia telah membuktikan kemampuannya dengan meraih banyak medali di pesta olahraga disabilitas. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh para atlet istimewa.
Sebagai contoh, pada ASIAN Para Games 2018, Indonesia berhasil mendulang 37 medali emas. Prestasi gemilang ini berlanjut pada Asian Para Games 2022, di mana kontingen Indonesia membawa pulang 29 medali emas. Angka-angka ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras para atlet disabilitas.
Mantan presiden Inter Milan itu menegaskan bahwa pemuda-pemudi, termasuk atlet disabilitas, harus menjadi bagian integral dari transformasi olahraga nasional. "Pemuda-pemudi harus menjadi bagian. Kita juga mentransformasi masa depan generasi muda, sama disabilitas itu bagian terpenting juga," ujarnya. Ia menekankan pentingnya merangkul dan memberikan proporsi yang tepat bagi mereka yang memiliki kelebihan.
Penataan Ulang Organisasi dan Sinergi Antar Lembaga
Erick Thohir juga berjanji untuk mengurai masalah yang selama ini menyelimuti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Permasalahan ini terkait dengan regulasi, khususnya Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) nomor 14 tahun 2024. KONI memandang Permenpora tersebut terlalu banyak mengatur urusan internal mereka.
Ia mengakui adanya potensi tumpang tindih peran antara KONI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). "Semua terlalu dini. karena kan kita menata ulang, ada KONI ada KOI. Ini semua saudara," kata Erick. Ia menekankan bahwa kedua lembaga ini sejatinya memiliki tujuan yang sama untuk membangun olahraga.
Oleh karena itu, langkah tata ulang organisasi ini akan berfokus pada pengaturan permainan yang jelas. Tujuannya adalah agar tidak ada overlapping tugas dan masing-masing lembaga memiliki job description serta target yang spesifik. Sinergi yang baik antar lembaga diharapkan dapat menciptakan ekosistem olahraga yang lebih efisien dan berprestasi, mendukung visi besar Indonesia di kancah global.
Sumber: AntaraNews

























:strip_icc()/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568944/original/059485100_1777397365-WhatsApp_Image_2026-04-29_at_00.24.46.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568943/original/099986000_1777397212-IMG_20260428_234148.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568925/original/005864300_1777392439-IMG_4111.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568872/original/074765900_1777384329-1001960552.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568892/original/012409900_1777388072-WhatsApp_Image_2026-04-28_at_21.32.20.jpeg)























