Survei: Kepuasan Akademisi Terhadap Program Risbang Kemdiktisaintek Capai 85 Persen
Tingkat kepuasan akademisi terhadap program riset dan pengembangan (risbang) Kemdiktisaintek mencapai 85,8 persen, menunjukkan relevansi dan dampak positif program.

Survei: Kepuasan Akademisi Terhadap Program RisbangKemdiktisaintek Capai 85 Persen
Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemdiktisaintek baru-baru ini merilis hasil survei penting mengenai evaluasi pelaksanaan programnya. Survei ini menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dari sivitas akademika terhadap inisiatif riset dan pengembangan yang telah berjalan. Hasil ini menjadi indikator positif bagi arah kebijakan riset nasional.
Survei Evaluasi Pelaksanaan Program Ditjen Risbang Tahun 2025 tersebut mengungkap bahwa 85,8 persen responden menyatakan kepuasan mereka. Temuan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Risbang, Fauzan Adziman, di Jakarta pada Jumat lalu. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai efektivitas program.
Sebanyak 5.942 responden yang terdiri dari dosen, peneliti, dan pengelola riset di berbagai perguruan tinggi terlibat dalam survei ini. Responden mayoritas berasal dari perguruan tinggi akademik (90,0 persen) dan vokasi (9,9 persen), didominasi oleh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebesar 86 persen. Partisipasi luas ini menjamin representasi yang komprehensif dari pandangan akademisi.
Relevansi dan Dampak Positif Program Risbang Kemdiktisaintek
Program-program yang dijalankan oleh Ditjen Risbang Kemdiktisaintek dinilai sangat relevan dengan kebutuhan riset dan pengembangan di perguruan tinggi. Sebanyak 87,1 persen responden menyatakan program tersebut sesuai dengan prioritas mereka. Hal ini menunjukkan keselarasan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan di lapangan.
Selain relevansi, program riset dan pengembangan ini juga terbukti mendukung peningkatan kualitas riset secara signifikan. Data survei menunjukkan 88,1 persen responden mengakui kontribusi program dalam penguatan talenta, luaran, jejaring, dan dampak riset. Ini adalah bukti nyata keberhasilan program dalam memajukan ekosistem riset nasional.
Efektivitas pelaksanaan program juga menjadi sorotan positif, dengan 85,7 persen responden menilai program berjalan efektif dan 80,5 persen menilai durasi pelaksanaan program sudah memadai. Dampak nyata program ini dirasakan luas, di mana 87,7 persen responden menyatakan luaran program bermanfaat bagi dosen, mahasiswa, institusi, dan masyarakat.
Tingkat pemahaman terhadap program Ditjen Risbang mencapai 86,1 persen, serta informasi yang disampaikan melalui kanal resmi dinilai jelas dan memadai (87,9 persen). Sosialisasi program dinilai optimal (86,5 persen), panduan teknis mudah diakses (87,7 persen), dan arah kebijakan riset tersampaikan dengan jelas (85,9 persen).
Area Perbaikan dan Strategi Ditjen Risbang ke Depan
Meskipun mencapai tingkat kepuasan yang tinggi, Ditjen Risbang Kemdiktisaintek tetap mencermati area-area yang memerlukan perbaikan. Fauzan Adziman menekankan pentingnya catatan perbaikan terkait durasi program, penguatan komunikasi, serta perluasan akses dan partisipasi pada program kolaborasi dan hilirisasi riset. Ini adalah langkah proaktif untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Survei juga mengidentifikasi kebutuhan untuk penyesuaian durasi pelaksanaan program, penguatan kanal komunikasi, serta optimalisasi perencanaan dan waktu sosialisasi. Kecepatan respons juga menjadi prioritas. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan informasi program tersampaikan secara efektif dan mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.
Kesenjangan antara tingkat kebutuhan dan partisipasi pada beberapa program strategis, seperti kolaborasi riset, hilirisasi, dan penguatan talenta, turut menjadi perhatian. Ditjen Risbang berkomitmen untuk terus menyempurnakan perencanaan dan memperkuat layanan di masa mendatang. Tujuannya adalah agar program riset dan pengembangan semakin adaptif, inklusif, dan berdampak nyata bagi perguruan tinggi, masyarakat, dan pembangunan nasional.
Sumber: AntaraNews



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523084/original/092448800_1772788632-Jepretan_Layar_2026-03-04_pukul_16.12.24.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3053460/original/085562800_1582011008-20200218-Layanan-Lansia-dan-Disabilitas-di-Perpustakaan-Nasional-ANGGA-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5235659/original/024370500_1748427364-kursi_roda2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523180/original/008500300_1772793409-4604.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5523174/original/029665500_1772792687-260306-fpi-titip-surat-habib-rizieq-untuk-prabowo-usai-bukber-di-istana-desak-ri-keluar-bop-gaza-9330a1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5523155/original/059490600_1772792578-260306-prabowo-janji-depan-ulama-kalau-bop-tak-beri-kemerdekaan-palestina-saya-akan-mundur-9dd197.jpg)








