Tragis, Rustam Bunuh Ayahnya Setelah Ditolak Diajak Tinggal Bersama
Sri Rahayu, menuturkan awalnya ia mencari Rustam di kamar, namun tidak berhasil ditemukan. Tak lama kemudian, korban yang merupakan ayah Rustam datang.

Sebelum membunuh ayahnya hingga mengalami luka parah, Rustam (35) sempat diajak untuk ikut tinggal di wilayah Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir, Lampung.
Saudara ipar pelaku, Sri Rahayu, menuturkan awalnya ia mencari Rustam di kamar, namun tidak berhasil ditemukan. Tak lama kemudian, korban yang merupakan ayah Rustam datang.
"Bapak ini ngajak dia (Rustam) buat ikut pulang ke gunung, tapi kayaknya dia gak mau. Terus dia masuk ke kamar bapak didorong, terus dipukul dikira pakai kayu ternyata darah muncrat baru ternyata golok," kata Sri.
Pergi ke rumah tetangga
Melihat kejadian itu, Sri lantas pergi ke rumah tetangga karena tidak kuat menyaksikan darah yang keluar dari tubuh ayah mertuanya.
"Gak kuat saya langsung lari tempat tetangga, dia kabur lewat belakang dengan bawa golok," ungkap Sri.
Sri menambahkan, kondisi kakak iparnya memang sempat terganggu kejiwaannya sejak 15 tahun lalu.
"Agak terganggu mentalnya. Sudah sempat berobat dan ada kartu kuning," ucapnya.

Kapolsek Kedaton AKP Budi Harto
Sementara itu, Kapolsek Kedaton AKP Budi Harto menjelaskan, sebelum peristiwa tragis itu, terjadi percakapan antara korban dan pelaku mengenai ajakan untuk pergi ke Bengkunat, Pesisir Barat.
"Sebelum terjadi aksi pembunuhan, sempat ada obrolan antara korban dan sang anak, karena orang tuanya mengajak pelaku untuk ke Bengkunat, untuk bekerja di kebun, namun pelaku tidak mau. Sehingga mungkin kesal, masuk ke dalam terus orang tuanya mengikuti mengambil alat di kamar berupa senjata tajam dan mendorong orang tuanya dan dilakukan pembunuhan," jelasnya.
Masih mengejar pelaku
Budi menambahkan, pihak kepolisian saat ini masih mengejar pelaku yang melarikan diri membawa golok yang digunakan untuk menyerang ayahnya, Marso (67).
"Pelaku merupakan anak kandungnya sendiri telah melarikan diri membawa senjata tajam yang digunakan pada saat membunuh ayah kandungnya dan dilakukan pengejaran," tandasnya.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat (21/11) sekitar pukul 09.00 WIB di Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483382/original/088244300_1769389642-Tujuh_pemuda_yang_hilang_di_lokasi_banjir_bandang_Agam_berhasil_dievakuasi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483270/original/009107000_1769353028-1000351380.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3010346/original/016070500_1577860835-20200101-Banjir-Kawasan-Grogol-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483368/original/095631300_1769387715-Penemuan_bangkai_diduga_Harimau_Sumatera.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483221/original/012106600_1769345016-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483341/original/030961800_1769382685-Pembangunan_di_atas_danau_di_Depok.jpg)























