Wakapolri Dorong Percepatan Penanganan Bencana di Aceh dan Sumatera
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mendesak percepatan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui pengerahan alat berat serta pembangunan fasilitas air bersih.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan pentingnya percepatan penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Dorongan ini disampaikan sebagai respons atas laporan kondisi terkini dari para Kapolda di daerah terdampak. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pemulihan pascabencana dapat berjalan efektif dan cepat.
Penanganan bencana ini difokuskan pada dua aspek utama, yakni pengerahan alat berat untuk membersihkan material dan membangun kembali infrastruktur. Selain itu, prioritas juga diberikan pada pembangunan fasilitas air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak.
Berdasarkan laporan yang diterima pada Sabtu, 27 Desember, kebutuhan akan alat berat sangat mendesak di lokasi-lokasi terdampak bencana. Komjen Dedi Prasetyo menekankan bahwa data kebutuhan di lapangan terus diperbarui. Ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi riil dan mendesak di setiap lokasi bencana.
Fokus Pengerahan Alat Berat untuk Pemulihan
Penanganan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar membutuhkan pengerahan alat berat secara signifikan untuk mempercepat pemulihan. Wakapolri Dedi Prasetyo menggarisbawahi pentingnya memperbanyak unit alat berat yang sudah ada di lokasi terdampak. Laporan dari para Kapolda menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan ini untuk mendukung percepatan penanganan bencana.
Untuk wilayah Aceh, khususnya Aceh Utara dan Aceh Tamiang, Polri telah menyiagakan setidaknya lima hingga enam unit alat berat. Jenis alat berat yang dikerahkan meliputi ekskavator, buldoser, dan dump truck, yang sangat vital untuk membersihkan puing dan material. Tambahan lima unit alat berat juga disiapkan untuk Aceh Tamiang guna mempercepat penanganan di sana.
Sementara itu, di Sumatera Utara, jumlah alat berat yang dioperasikan jauh lebih banyak, mencapai sekitar 21 unit. Alat-alat ini disiagakan di beberapa titik strategis oleh Kapolda setempat untuk mendukung percepatan penanganan. Pengerahan ini menunjukkan skala upaya yang dilakukan untuk membersihkan dan memulihkan daerah terdampak bencana secara efektif.
Prioritas Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Masyarakat
Selain pengerahan alat berat, Polri juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih. Wakapolri Dedi Prasetyo menyoroti pentingnya segera membangun sekitar 300 titik fasilitas air bersih di wilayah terdampak. Ketersediaan air bersih menjadi krusial untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari warga terdampak bencana.
Hingga saat ini, lebih dari 100 fasilitas air bersih telah beroperasi di berbagai lokasi bencana di Aceh dan Sumatera. Polri terus berupaya keras untuk mengejar target pembangunan fasilitas air bersih lainnya. Tujuannya adalah agar kebutuhan vital masyarakat dapat segera terpenuhi secara merata dan berkelanjutan.
Dalam waktu dekat, peresmian fasilitas air bersih akan dilakukan di beberapa daerah yang sangat membutuhkan. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, serta wilayah Agam dan Padang Panjang di Sumatera Barat. Peresmian ini menandai progres signifikan dalam upaya pemulihan pascabencana dan pemenuhan hak dasar warga.
Komitmen Polri dalam Mendukung Pemulihan Pascabencana
Langkah-langkah yang diambil oleh Polri, mulai dari pengerahan alat berat hingga pembangunan fasilitas air bersih, menunjukkan komitmen kuat dalam pemulihan pascabencana. Wakapolri Dedi Prasetyo menegaskan bahwa ini adalah bentuk dukungan nyata Polri untuk masyarakat terdampak. Tujuannya adalah mempercepat proses pemulihan dan memastikan masyarakat kembali beraktivitas normal.
Polri terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan efektivitas penanganan dan penyaluran bantuan. Data kebutuhan di lapangan terus diperbarui agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil. Kolaborasi ini penting untuk mengatasi tantangan yang kompleks dalam situasi bencana yang dihadapi.
Dengan fokus pada kebutuhan mendesak seperti alat berat dan air bersih, Polri berupaya maksimal untuk percepatan penanganan bencana. Ini memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan merata. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban korban bencana dan mempercepat proses rehabilitasi wilayah yang terdampak secara signifikan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475809/original/032406400_1768655848-IMG_20260117_083259.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475808/original/013591300_1768655186-1001517114.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475805/original/035346900_1768654776-215663.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)

















