5 Tanda Cacar Air Mulai Sembuh dan Tips Pemulihannya
Kenali tanda-tanda kesembuhan cacar air, seperti ketika ruam mulai mengering dan demam mulai reda.

Cacar air, atau yang lebih dikenal dengan sebutan chickenpox, merupakan salah satu penyakit menular yang cukup umum, terutama di kalangan anak-anak, meskipun orang dewasa pun tidak tertutup kemungkinan untuk terjangkit.
Penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella zoster, yang sangat mudah menular baik melalui udara maupun kontak langsung dengan cairan dari lenting (blister) pada kulit penderita.
Mengutip laman kesehatan CDC, cacar air umumnya berlangsung antara empat hingga tujuh hari. Gejala awal biasanya berupa ruam kemerahan di kulit yang kemudian berkembang menjadi lenting berisi cairan. Seiring berjalannya waktu, lenting tersebut akan mengering dan akhirnya membentuk keropeng.
Meski kerap dianggap ringan, cacar air tidak bisa diremehkan. Pada sebagian kelompok, seperti bayi, ibu hamil, orang dewasa, dan individu dengan daya tahan tubuh lemah, penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Itulah sebabnya penting bagi masyarakat untuk memahami tahapan gejala sekaligus mengenali tanda-tanda pemulihan. Dengan begitu, penularan bisa dicegah, sementara penderita dapat menjalani proses penyembuhan dengan lebih nyaman.
Dalam ulasan kali ini, Liputan6.com akan memaparkan tanda-tanda seseorang mulai pulih dari cacar air, langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan, serta cara mencegah agar penyakit ini tidak mudah kambuh kembali, Senin (18/8).
Tanda-tanda cacar air sembuh
Cacar air mengalami beberapa tahap sebelum akhirnya sembuh sepenuhnya. Mengacu pada informasi dari NHS dan CDC, berikut adalah tanda-tanda bahwa cacar air menunjukkan perbaikan dan menuju fase penyembuhan:
1. Demam dan Gejala Umum Mereda
Di awal penyakit, penderita umumnya mengalami demam, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, saat cacar air mulai membaik, suhu tubuh akan kembali normal, penderita merasa lebih segar, dan nafsu makan pun mulai pulih.
2. Tidak Ada Lagi Lenting Baru
Cacar air ditandai oleh kemunculan lenting berisi cairan di kulit. Ketika proses penyembuhan berlangsung, tubuh tidak lagi memunculkan lenting baru, yang menjadi indikator bahwa infeksi virus sudah mulai teratasi.
3. Lenting Mengering Menjadi Keropeng (Scab)
Menurut NHS, cacar air melewati tiga tahap: munculnya bintik merah, berkembang menjadi lenting berisi cairan, dan akhirnya berubah menjadi keropeng. Ketika semua lenting telah berubah menjadi keropeng kering, ini menandakan bahwa penderita tidak lagi menularkan virus dan hampir sembuh total.
4. Rasa Gatal dan Nyeri Berkurang
Salah satu gejala yang paling mengganggu saat cacar air adalah rasa gatal yang berlebihan. Seiring dengan membaiknya kondisi, rasa gatal tersebut akan semakin berkurang. Meskipun demikian, penderita tetap harus menghindari garukan agar tidak menimbulkan luka atau bekas yang permanen.
5. Energi Tubuh Kembali Normal
Setelah melewati masa lemah dan tidak enak badan, penderita akan merasakan peningkatan energi. Anak-anak biasanya kembali aktif bermain, sedangkan orang dewasa dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan normal tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.
Cara mempercepat penyembuhan cacar air
Selain menunggu proses alami, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil untuk mempercepat pemulihan dari cacar air serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Berdasarkan rekomendasi dari NHS dan CDC, berikut adalah beberapa tips yang bisa diikuti:
- Istirahat yang Cukup: Tubuh memerlukan energi tambahan untuk melawan infeksi virus. Oleh karena itu, pastikan penderita mendapatkan cukup istirahat dan menghindari aktivitas fisik yang berat.
- Konsumsi Banyak Cairan: Mengonsumsi air putih, jus buah, atau kuah sup sangat membantu dalam mencegah dehidrasi yang sering terjadi akibat demam. Untuk anak-anak, es loli bisa menjadi pilihan cairan yang menyegarkan.
- Mengatasi Gatal:Gunakan lotion atau gel pendingin, seperti calamine lotion, untuk mengurangi rasa gatal.
- Mandi dengan air dingin atau suam-suam kuku dapat memberikan kenyamanan.
- Jika rasa gatal sangat mengganggu, konsumsi antihistamin sesuai dengan anjuran dokter.
- Hindari Menggaruk: Menggaruk dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder, seperti impetigo atau selulitis. Untuk anak kecil, disarankan untuk memotong kuku dan menggunakan sarung tangan atau kaus kaki saat tidur.
- Gunakan Pakaian Longgar: Memakai pakaian berbahan katun yang longgar membantu kulit bernapas dan mengurangi iritasi akibat gesekan.
- Obat Pereda Nyeri: Paracetamol bisa digunakan untuk menurunkan demam atau meredakan nyeri. Namun, sebaiknya hindari pemberian ibuprofen atau aspirin pada anak, karena dapat menyebabkan komplikasi serius pada kulit maupun organ tubuh.
Mencegah Cacar Air Kambuh
Cacar air umumnya hanya terjadi sekali seumur hidup, karena setelah infeksi, tubuh akan membentuk imunitas. Namun, virus Varicella zoster dapat "tidur" di dalam tubuh dan muncul kembali sebagai herpes zoster (shingles). Untuk mencegah kambuh dalam bentuk lain, langkah-langkah berikut bisa diambil:
- Vaksinasi Varicella: Vaksin cacar air terbukti efektif dalam mencegah infeksi berat dan komplikasi. Bahkan jika seseorang yang sudah divaksin tetap terkena cacar air, gejala yang muncul biasanya jauh lebih ringan.
- Jaga Imunitas Tubuh: Mengonsumsi makanan bergizi, melakukan olahraga secara rutin, dan cukup tidur sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh.
- Hindari Kontak dengan Penderita: Bagi orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksin, penting untuk menghindari kontak langsung dengan penderita, karena virus ini sangat menular.
- Kelola Stres: Stres dapat menurunkan daya tahan tubuh. Aktivitas relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar berjalan santai dapat membantu menjaga kesehatan mental dan sekaligus memperkuat imunitas.
FAQ seputar cacar air
1. Berapa lama proses penyembuhan cacar air?
Penyembuhan cacar air umumnya memerlukan waktu antara 7 hingga 10 hari. Lenting yang muncul akan mulai mengering dalam waktu sekitar satu minggu, dan seseorang dinyatakan sembuh setelah semua lenting tersebut berubah menjadi keropeng.
2. Apakah cacar air masih dapat menular setelah lenting mengering?
Tidak ada penularan yang terjadi setelah semua lenting telah berubah menjadi keropeng kering. Penularan cacar air akan berhenti pada tahap ini.
3. Bisakah seseorang yang pernah mengalami cacar air terinfeksi lagi?
Kejadian tersebut sangat jarang. Setelah terinfeksi, tubuh biasanya akan membentuk kekebalan seumur hidup terhadap cacar air. Namun, virus tersebut dapat aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster (shingles).
4. Apakah cacar air berisiko bagi ibu hamil?
Ya, cacar air dapat menimbulkan komplikasi serius bagi ibu hamil dan janinnya. Menurut CDC, vaksinasi sebelum kehamilan sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko tersebut.
5. Apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi bekas luka akibat cacar air?
Untuk mengurangi bekas luka cacar air, hindarilah menggaruk lenting yang muncul. Selain itu, gunakan pelembap setelah sembuh, dan jika terdapat bekas luka yang mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sumber Rujukan
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC) -- Chickenpox Symptoms and Complications. https://www.cdc.gov
- National Health Service (NHS) -- Chickenpox. https://www.nhs.uk





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483341/original/030961800_1769382685-Pembangunan_di_atas_danau_di_Depok.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/679846/original/ilustrasi-penganiayaan-140520-andri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483329/original/055706900_1769381070-Eks_Napiter_di_Lampung_berinisial_JMD.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483328/original/072840600_1769380392-Direktur_Reskrimum_Polda_Sumut__Kombes_Pol_Ricko_Taruna_Mauruh.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483288/original/073482700_1769357867-000_93XG7YK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483285/original/058893000_1769356791-Screenshot_20260125_221700_Instagram.jpg)






















