Begini Cara Mendapat Skrining Kesehatan Jiwa Gratis yang Ditanggung BPJS
Pemerintah Indonesia menawarkan skrining kesehatan mental secara gratis melalui aplikasi Satu Sehat dan melibatkan BPJS Kesehatan.

Pemerintah Indonesia berencana memberikan 'hadiah istimewa' kepada seluruh rakyatnya melalui pemeriksaan kesehatan gratis. Program ini direncanakan akan dimulai pada bulan Februari mendatang dan mencakup serangkaian pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, serta kolesterol. Selain itu, program ini juga akan memperhatikan aspek kesehatan mental. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa skrining kesehatan jiwa juga termasuk dalam program tersebut. Dalam pertemuan dengan media pada Kamis, 22 Januari 2025, Menkes Budi menyatakan, "Kesehatan itu bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan skrining kesehatan jiwa gratis bagi seluruh warga."
Latar Belakang dan Pentingnya Skrining Kesehatan Jiwa
Berdasarkan data yang ada, banyak masyarakat Indonesia yang belum terbiasa melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Contohnya, sekitar 62 persen penduduk belum pernah mengukur kadar gula darah mereka, sedangkan 60 persen lainnya belum pernah memeriksakan kadar kolesterol. Lebih jauh lagi, skrining kesehatan jiwa, yang seharusnya menjadi bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan, sering kali terabaikan. Gangguan kesehatan jiwa seperti depresi dan kecemasan semakin meningkat akibat berbagai faktor, termasuk penggunaan media sosial yang berlebihan. Menkes Budi menjelaskan bahwa banyak anak-anak yang mengalami masalah mental akibat terlalu sering terpapar konten negatif di media sosial. "Kenapa kami sangat mendukung pembatasan akses anak-anak ke media sosial? Karena dampaknya terhadap kesehatan jiwa sangat besar. Kita melihat semakin banyak anak-anak mengalami gangguan mental akibat paparan berlebihan," ujarnya di Jakarta, seperti yang dilaporkan oleh Antara. Kesehatan mental, sama halnya dengan kesehatan fisik, juga menjadi indikator utama kesejahteraan seseorang secara keseluruhan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa seseorang dapat dianggap sehat jika kondisi fisik, mental, dan sosialnya berada dalam keadaan baik, bukan hanya sekadar bebas dari penyakit.
Sebanyak 154 juta orang mengalami depresi

Diperkirakan sekitar 450 juta orang di seluruh dunia mengalami masalah kesehatan mental, gangguan neurologis, atau kecanduan zat, yang secara keseluruhan menyumbang 14 persen dari total beban penyakit global. Dari jumlah tersebut, sekitar 154 juta orang menderita depresi. Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa 6,2 persen dari populasi berusia 15-24 tahun mengalami depresi. Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menggunakan Mini International Neuropsychiatric Interview (MINI) untuk menilai tingkat depresi dalam dua minggu terakhir sebelum survei, mencatat prevalensi depresi di Indonesia mencapai 1,4 persen, dengan kelompok usia 15-24 tahun sebagai yang paling rentan, yakni sebesar 2 persen.
Apa Dampak dari Depresi pada Remaja?
Depresi menjadi penyebab utama disabilitas di kalangan remaja dan dapat berujung pada tindakan bunuh diri. Menurut WHO, bunuh diri menempati posisi keempat sebagai penyebab kematian di kalangan remaja di seluruh dunia. Sayangnya, banyak gangguan mental yang tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Hasil dari Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan bahwa 5,5 persen remaja berusia 10-17 tahun di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, dengan rincian sebagai berikut: 1 persen mengalami depresi, 3,7 persen mengalami kecemasan, 0,9 persen mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan 0,5 persen mengalami ADHD.
Kaitan Depresi dengan Risiko Bunuh Diri
Depresi memiliki hubungan yang kuat dengan risiko bunuh diri. Individu yang mengalami gangguan depresi memiliki kemungkinan hampir lima kali lebih besar untuk memiliki pikiran bunuh diri dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami depresi. Data dari SKI 2023 menunjukkan bahwa 61 persen anak muda yang mengalami depresi dalam sebulan terakhir pernah berpikir untuk mengakhiri hidup. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 1,7 persen anak muda yang tidak mengalami depresi tetapi memiliki pikiran serupa.
Skrining Kesehatan Mental Gratis Disambut Baik Psikolog
Psikolog Anak, Remaja & Keluarga dari Tigagenerasi, Ayoe Sutomo, menyambut positif program ini. Dia menyatakan bahwa skrining kesehatan mental memberikan kesempatan bagi individu untuk memahami kondisi psikologis mereka yang sering kali tidak disadari. "Dengan mengisi skrining, seseorang bisa menjadi lebih sadar jika merasa sedang tidak baik-baik saja," ujar Ayoe kepada Health Liputan6.com pada Senin, 3 Februari 2025. Terkadang, seseorang mengalami stres yang begitu berat hingga menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, tanpa menyadari bahwa stres tersebut telah menjadi sumber masalah dalam hidupnya. Kondisi ini berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan mental yang lebih serius. "Oleh karena itu, melakukan skrining sejak dini sangat penting untuk mencegah masalah yang lebih besar di masa depan," tambahnya. Jika hasil skrining menunjukkan adanya gangguan kesehatan mental, langkah selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih tepat, seperti yang diungkapkan oleh Psikolog Klinis Keluarga dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) Depok, Anna Surti Ariani. "Skrining itu sama sekali bukan terapi dan tidak harus ditindaklanjuti dengan terapi. Ini seperti medical check up, yang belum tentu harus minum obat atau opname," jelas wanita yang akrab disapa Nina ini.
Nina menjelaskan bahwa hasil dari skrining dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memahami kondisi masyarakat. Informasi ini sangat penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Sebagai contoh, jika terdapat angka depresi yang tinggi di suatu daerah, pemerintah bisa menambahkan program edukasi terkait penanganan depresi di wilayah tersebut. "Perlu juga ada peningkatan penjagaan kemungkinan bunuh diri, mempermudah masyarakat bergerak aktif, bahkan memberikan stimulus seperti hadiah untuk aktivitas fisik guna mengurangi depresi," kata Nina dalam pesan teks yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 3 Februari 2025.
Pelatihan Skrining KEsehatan
Nina menyatakan bahwa skrining kesehatan dapat dilakukan oleh semua tenaga kesehatan, tidak hanya oleh psikolog atau psikiater. Namun, perlu adanya pelatihan khusus untuk melakukan skrining tersebut sebelumnya. Dia juga menekankan pentingnya memperjelas mekanisme skrining, termasuk hal-hal yang diperbolehkan dan yang tidak. "Misalnya tidak boleh menyebarkan cara skoring," ungkap Nina. Selain itu, penting untuk menjelaskan sistem skrining, mulai dari siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan skrining, siapa yang dapat menjalani skrining, ke mana hasilnya diberikan, dan siapa yang bertanggung jawab atas hasil tersebut.
Nina berharap akan ada pengembangan aplikasi atau sistem yang efektif untuk mengelola hasil data skrining, sehingga data yang diperoleh akurat dan dapat dimanfaatkan dengan baik. Terakhir, dia menekankan perlunya kerjasama untuk menindaklanjuti hasil skrining yang telah dilakukan. Misalnya, dengan bekerja sama dengan asosiasi kesehatan jiwa. "Jadi, kalau ada warga yang kemudian butuh konsultasi bahkan terapi, bisa segera mendapatkannya," tambahnya.
Solusi Kendala Kekurangan Tenaga Profesional
Ayoe juga menekankan bahwa kurangnya tenaga profesional di bidang kesehatan mental dapat menjadi hambatan. Hal ini juga disampaikan oleh Nina, yang menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 4.000 psikolog klinis di Indonesia, sedangkan jumlah psikiater jauh lebih sedikit. "Sekarang saja perbandingannya masih belum ideal. Masih kurang. Kalau hasil skrining sudah keluar, mungkin akan kelabakan," ungkap Nina. Oleh karena itu, mantan Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Jakarta ini berharap pemerintah mempermudah pendidikan profesi kesehatan jiwa, seperti psikiater dan psikolog klinis.
Selain itu, Nina juga menginginkan agar edukasi tentang MHPSS (dukungan kesehatan mental dan psikososial) ditingkatkan, termasuk pelatihan Psychological First Aid (PFA) untuk masyarakat umum. Saran serupa juga diungkapkan oleh Ayoe, yang menyatakan bahwa dengan adanya kader PFA di berbagai komunitas, masyarakat dapat memperoleh dukungan awal sebelum menemui profesional. "Dengan semakin banyaknya pelatihan PFA, kita bisa membentuk kader di berbagai wilayah, termasuk tingkat RT atau komunitas kecil lainnya," ujar Ayoe.
Lebih lanjut, Ayoe menjelaskan bahwa kader-kader ini akan dilatih oleh instruktur bersertifikasi agar memiliki pemahaman dasar tentang kesehatan mental serta cara memberikan pertolongan pertama psikologis. Keberadaan kader tersebut sangat penting karena mereka dapat menjadi akses awal bagi individu yang mengalami masalah kesehatan mental. "Dengan begitu, sebelum seseorang benar-benar membutuhkan bantuan dari psikolog atau psikiater, mereka sudah bisa mendapatkan dukungan awal yang tepat," pungkas Ayoe.
Langkah Skrining Kesehatan Jiwa Gratis

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, mengungkapkan bahwa keaktifan dalam kepesertaan BPJS Kesehatan sangat penting untuk mendukung proses rujukan serta penanganan lebih lanjut ketika terdapat masalah kesehatan. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini hanya mencakup skrining awal, dan apabila hasilnya menunjukkan adanya masalah medis, seperti gangguan fungsi ginjal atau penyakit kronis, termasuk gangguan mental, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh BPJS Kesehatan.
Untuk memastikan masyarakat dapat mengakses layanan tersebut, pemerintah telah menyediakan fitur pengingat melalui aplikasi Satu Sehat Mobile. Pengingat ini akan dikirimkan 30 hari sebelum tanggal ulang tahun pengguna. Jika kepesertaan BPJS Kesehatan belum aktif, masyarakat diimbau untuk segera mengaktifkannya agar dapat memanfaatkan layanan secara maksimal. "Mengingat proses aktivasi BPJS membutuhkan waktu hingga 14 hari, maka pemberitahuan 30 hari sebelumnya sangat membantu," ujar Maria saat konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, HR Rasuna Said pada Kamis, 22 Januari 2025.
Mekanisme pengingat ini berjalan dalam beberapa tahapan:
- H-30 sebelum ulang tahun, pengguna akan menerima notifikasi untuk memastikan keaktifan BPJS Kesehatan.
- H-7 sebelum ulang tahun, pengguna akan mendapatkan pesan WhatsApp yang berisi kuesioner awal untuk mempercepat proses skrining di fasilitas kesehatan.
- H-1 sebelum ulang tahun, pengguna akan kembali menerima pengingat untuk mendaftar skrining.
"Jika dalam 30 hari setelah ulang tahun pengguna belum melakukan pemeriksaan, mereka akan mendapatkan pengingat tambahan," tambahnya.
Kapan akan dimulainya Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis?
Mengenai kapan dimulainya pemeriksaan kesehatan gratis, Menteri Kesehatan (Menkes) menyatakan bahwa program ini kemungkinan akan dilaksanakan bulan ini. "Pak Presiden Prabowo menyebutkan Februari," ungkapnya. Namun, karena program ini melibatkan kepala daerah, pelaksanaannya mungkin akan dilakukan setelah pelantikan kepala daerah yang baru. "Biar sosialisasinya tidak perlu dilakukan dua kali," tambahnya. Program pemeriksaan kesehatan gratis ini akan dilaksanakan di Puskesmas, sehingga diperlukan kerja sama dengan kepala daerah. "Jadi, kita tunggu sampai pelantikan selesai," kata Budi.
Menkes: Maaf Jika Pelaksanaan Awal Belum Sempurna
Walaupun pelaksanaan program ini masih dalam tahap awal dan belum sempurna, Menkes yakin bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelaksanaannya. Tahun lalu, sekitar 10 juta orang telah mengikuti program pemeriksaan kesehatan, dan tahun ini pemerintah menargetkan sekitar 100 juta orang. Diharapkan, program ini dapat memberikan dampak positif dalam deteksi dini berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, serta gangguan mental. Selain itu, pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mendidik masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, karena pencegahan jauh lebih murah dibandingkan pengobatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin lebih ekonomis dan efektif dibandingkan biaya pengobatan yang sangat tinggi jika penyakit sudah berada pada stadium lanjut.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/3535710/original/090526900_1628507842-New_Project__23_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480850/original/018441200_1769068480-InShot_20260122_141359735.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480801/original/010449200_1769067679-1000570631.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480699/original/081489500_1769064809-AdnanIndah_R16_DaihatsuIndonesiaMasters2026_PBSI_20260122_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480776/original/049848600_1769067150-144798.jpg)











