Begini Cara Skrining Kesehatan Gratis dari BPJS, Cukup Dilakukan dari Rumah
Skrining BPJS adalah layanan gratis untuk deteksi dini penyakit bagi peserta JKN, simak cara dan manfaatnya.

Siapa sangka, hanya dengan memasukkan NIK dan mengisi beberapa pertanyaan sederhana, masyarakat Indonesia bisa mengetahui risiko terkena penyakit serius seperti jantung, kanker, stroke, hingga diabetes tanpa keluar biaya sepeser pun.
Itulah kemudahan yang ditawarkan oleh layanan skrining BPJS Kesehatan, program deteksi dini dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Layanan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mencegah penyakit kronis sebelum berkembang lebih lanjut dan membebani peserta maupun sistem kesehatan nasional.
Dengan skrining, peserta bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Ini sangat penting agar pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan tepat waktu.
Cara Melakukan Skrining BPJS
Skrining BPJS Kesehatan dapat dilakukan melalui beberapa metode yang mudah diakses:
- Online melalui website: Akses situs web skrining.bpjs-kesehatan.go.id. Peserta perlu memasukkan NIK atau nomor peserta BPJS Kesehatan, tanggal lahir, dan kode captcha. Setelah mengisi riwayat kesehatan, hasil skrining dan saran pencegahan akan ditampilkan dan dapat dicetak.
- Aplikasi Mobile JKN: Unduh dan instal aplikasi Mobile JKN. Daftar menggunakan NIK Anda, pilih menu skrining kesehatan, ikuti petunjuk, dan jadwalkan janji temu jika diperlukan.
- Chat Assistant JKN (Chika): Layanan ini dapat diakses melalui WhatsApp, Facebook Messenger, dan Telegram. Meskipun tidak dijelaskan secara spesifik, peserta dapat mengajukan pertanyaan dan mendapatkan informasi terkait skrining melalui platform ini.
Manfaat Skrining BPJS Kesehatan
Skrining BPJS Kesehatan memiliki berbagai manfaat yang sangat penting bagi peserta, antara lain:
- Deteksi dini penyakit: Skrining membantu mendeteksi risiko penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, stroke, penyakit jantung, kanker (serviks, payudara, paru, usus), TBC, anemia, PPOK, thalassemia, hipotiroid kongenital, dan hepatitis sejak dini.
- Pencegahan: Hasil skrining memberikan informasi dan saran untuk langkah-langkah pencegahan yang diperlukan guna mengurangi risiko terkena penyakit.
- Akses layanan kesehatan: Skrining memfasilitasi akses ke layanan kesehatan yang tepat dan tepat waktu.
- Edukasi kesehatan: Proses skrining memberikan edukasi kepada peserta tentang pentingnya menjaga kesehatan dan gaya hidup sehat.
Frekuensi Skrining
Skrining riwayat kesehatan umumnya dilakukan satu kali dalam setahun. Peserta disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru di situs resmi BPJS Kesehatan untuk memastikan akurasi dan detail terbaru mengenai layanan skrining.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750795/original/017104800_1708660528-lulalahfah_1708488000_3307090680726527786_199618161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482389/original/022761000_1769179406-153888.jpg)















