Myanmar
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Pernyataan Mojtaba Khamenei tentang Selat Hormuz Picu Was-Was Global
Mojtaba Khamenei Akhirnya Muncul ke Publik, Ajak Masyarakat Iran Solid hingga Balas Dendam ke AS-Israel
Ancaman Trump Langsung Dibalas Terpilihnya Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Jiwa Patriotisme, Warga Iran Berbondong-bondong Pulang Kampung dari Turki Bela Tanah Air di Tengah Agresi AS–Israel
Garda Revolusi Iran Tegaskan Dukung Pemerintahan Mojtaba Khamenei Usai Gantikan Ayatollah Khamenei
Berita Utama Lainnya
- arnold putraTerungkap Peran Adik Prabowo, Menhan Sjafrie dan Pria Jepang Dalam Pembebasan Arnold Putra dari Junta Militer Myanmar





- berita updateSelebgram WNI Ditangkap dan Dipenjara 7 Tahun oleh Junta Militer Myanmar, Begini Kasusnya


- berita updateSelebgram Asal Indonesia Ditangkap Junta Militer Myanmar, Dituduh Bertemu Organisasi Bersenjata Terlarang

- berita fotoFOTO: Serangan Maut Junta Militer Myanmar Hantam Sekolah, 22 Orang Tewas Termasuk Anak-Anak

- aksi kriminalitasNegara di Asia Tenggara Ini Ternyata jadi Paling Berbahaya di Dunia, Tingkat Kriminalitasnya di Atas Meksiko hingga Afrika


Lebih dari 7.000 pekerja asing yang diselamatkan dari jaringan pusat penipuan online di Shwe Kokko dan KK Park menunggu untuk dipulangkan.

Dua dari 46 Pekerja Migran Indonesia (PMI) terkena luka tembak saat akan dipulangkan ke Indonesia dari Kota Myawaddy, Myanmar.

Kedatangan dijadwalkan berlangsung pada pukul 21.55 dan 22.10 WIB di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Ratusan pekerja yang terjebak dalam penipuan daring di Myanmar berhasil diselamatkan berkat kolaborasi otoritas China dan Thailand

Di balik kemegahannya, Shwe Kokko menjadi sorotan dunia karena reputasinya sebagai pusat penipuan, judi online, pencucian uang, dan perdagangan manusia.

Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, pengadilan akan melanjutkan proses lelang.

Junta militer Myanmar mengajak negara-negara tetangga untuk ikut serta dalam upaya memerangi penipuan serta perjudian daring.

Sebanyak 32 WNI dilaporkan terhalang saat mencoba menyeberang dari Myanmar. Hasil pemeriksaan menunjukkan mereka tidak memiliki visa yang valid.

Para WNI ini juga tidak digaji dan mendapat penyiksaan.

Dari pengakuan ketika ditemui di terminal 2F, Bandara Soekarno-Hatta, dia menjadi korban penyekapan dan penyiksaan dari tempat mereka bekerja di Luar Negeri.



















