Cara Ular Piton Mencerna Tulang Mangsanya hingga Bersih
Penemuan menarik mengenai ular piton ini memberikan pemahaman baru tentang adaptasi biologis yang ekstrem dalam dunia hewan.

Ular piton merupakan salah satu predator yang paling kuat dan mampu menelan mangsa secara utuh. Proses pencernaannya sangat efisien, sehingga tidak hanya daging dan organ tubuh, bahkan tulang pun bisa dicerna tanpa tersisa.
Penelitian terbaru akhirnya mengungkap misteri di balik kemampuan luar biasa ular ini. Para ilmuwan menemukan jenis sel baru dalam lapisan usus piton yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan struktur tulang secara menyeluruh.
Tim peneliti dari University of Montpellier di Prancis berhasil mengidentifikasi struktur mikroskopis yang belum pernah dicatat sebelumnya dalam kelompok vertebrata. Mengutip dari Popular Science, Senin (14/7), penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Journal of Experimental Biology.
Zoolog Jehan-Herv Lignot beserta timnya memulai penelitian dengan mengamati siklus makan ular piton Burma (Python bivittatus). Mereka memanfaatkan mikroskop cahaya dan elektron untuk melakukan analisis mendalam terhadap bagian dalam usus.
Dalam pengamatan tersebut, tim menemukan partikel-partikel kecil yang mencurigakan di jaringan usus, khususnya di area epitel. Pada awalnya, Lignot berasumsi bahwa partikel-partikel tersebut adalah sisa-sisa tulang yang belum sepenuhnya dicerna.
Sel Ajaib di Usus Piton

Hasil analisis yang lebih mendalam menunjukkan bahwa partikel tersebut sebenarnya diproduksi oleh sel-sel usus itu sendiri.
"Lalu muncul hipotesis bahwa partikel ini berasal dari jenis sel khusus," kata Lignot kepada Popular Science.
Penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan melakukan eksperimen diet pada tiga kelompok ular yang berbeda. Satu kelompok diberi mangsa utuh, kelompok kedua diberi makanan tanpa tulang, dan kelompok ketiga diberi makanan boneless yang diperkaya dengan kalsium tinggi. Hasil yang diperoleh cukup menarik.
Ular yang mengonsumsi daging tanpa tulang tidak menghasilkan partikel mineral di dalam usus mereka. Sebaliknya, ular yang diberi mangsa utuh atau makanan dengan kandungan kalsium tinggi menunjukkan banyak partikel yang kaya akan kalsium, fosfor, dan zat besi.
Bukti Kehebatan Ular Piton

Tidak terdapat sisa tulang dalam kotoran mereka, yang menunjukkan bahwa proses pencernaan benar-benar menguraikan tulang mangsa. Temuan ini menjadi bukti yang kuat bahwa ular memiliki cara unik untuk menyerap mineral dari tulang.
Lebih menariknya, sel-sel yang menghasilkan partikel ini juga ditemukan pada spesies ular lainnya. Tim peneliti mencatat adanya sel serupa pada beberapa jenis boa, bahkan pada reptil berbisa seperti Gila monster.
Meskipun belum ada informasi pasti mengenai jumlah tulang yang dapat dicerna oleh ular di alam liar, Lignot memberikan penjelasan yang cukup jelas.
"Jika tulang mewakili sekitar 10 persen berat tubuh mangsa, maka jumlah ion dari tulang yang larut sangat besar," ujarnya.
Saat ini, Lignot berharap bahwa penelitian ini dapat membuka peluang untuk studi lebih lanjut mengenai evolusi sistem pencernaan pada hewan vertebrata.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/2328533/original/026626100_1534157899-000_14L65B.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523401/original/029362700_1772811975-IMG_2173.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523397/original/037159800_1772810364-1001064226.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456397/original/003531100_1766854165-florian-wirtz-liverpool-selebrasi-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523348/original/025470200_1772803676-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523376/original/059630300_1772808596-1001063972.jpg)






















