Cara Mencegah Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Banjir
Pelajari cara mencegah dermatitis, infeksi, dan alergi akibat air banjir.

Banjir kembali melanda merendam 46 RT di Jakarta, Selasa (8/7/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan peningkatan genangan dari 35 RT pada pukul 05.00 WIB.
Kondisi ini meningkatkan risiko masalah kesehatan, terutama penyakit kulit akibat air banjir yang kotor dan terkontaminasi. Air banjir membawa berbagai kontaminan berbahaya seperti lumpur, sampah, bakteri, dan parasit.
Kontaminan ini dapat menyebabkan infeksi dan masalah kulit lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah penyakit kulit saat banjir untuk melindungi kesehatan Anda dan keluarga.
Artikel ini akan membahas berbagai penyakit kulit yang umum terjadi saat banjir dan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Dengan informasi yang tepat, Anda dapat meminimalkan risiko terkena penyakit kulit dan menjaga kesehatan selama musim banjir.

Penyakit Kulit yang Umum Terjadi saat Banjir
Air banjir yang bercampur dengan lumpur, kotoran, limbah, dan mikroorganisme berbahaya dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit. Berikut adalah beberapa penyakit kulit yang paling sering terjadi saat banjir:
- Dermatitis Kontak: Peradangan dan iritasi kulit akibat kontak dengan zat iritan atau alergen dalam air banjir. Gejalanya meliputi gatal, kemerahan, dan ruam.
- Infeksi Bakteri dan Jamur: Air banjir mengandung bakteri dan jamur patogen yang menyebabkan infeksi seperti selulitis, impetigo, kurap, kutu air (tinea pedis), dan infeksi jamur lainnya. Gejalanya bervariasi, tetapi umumnya meliputi gatal, kemerahan, ruam, dan mungkin nanah.
- Reaksi Alergi: Zat kimia dalam air banjir dapat memicu reaksi alergi pada kulit sensitif, menyebabkan kemerahan, bengkak, dan ruam.
Selain itu, trauma kulit akibat benda tajam atau kotoran dalam air banjir juga meningkatkan risiko infeksi. Folikulitis, infeksi pada folikel rambut, dan eksim yang memburuk juga sering terjadi.
Cara Efektif Mencegah Penyakit Kulit saat Banjir
Mencegah penyakit kulit saat banjir memerlukan langkah-langkah proaktif untuk mengurangi paparan dan menjaga kebersihan. Berikut adalah beberapa cara efektif yang dapat Anda lakukan:
- Hindari Kontak Langsung: Sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan air banjir. Jika terpaksa, gunakan alas kaki dan pakaian pelindung seperti sepatu bot dan sarung tangan.
- Jaga Kebersihan Diri: Segera bersihkan diri setelah terpapar air banjir. Cuci tangan dan bagian tubuh yang terkena dengan sabun antiseptik dan air bersih. Keringkan kulit dengan baik, terutama di sela-sela jari kaki.
- Gunakan Pelembap: Setelah membersihkan diri, gunakan pelembap untuk mencegah kulit kering dan iritasi. Oleskan salep antiseptik pada luka kecil untuk mencegah infeksi.
Perawatan dan Perlindungan Kulit Pasca Banjir
Setelah banjir surut, perawatan dan perlindungan kulit tetap penting untuk mencegah infeksi dan masalah kulit lainnya. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:
- Gunakan Pakaian Bersih: Gunakan pakaian bersih dan kering setelah terpapar air banjir. Ganti pakaian basah segera.
- Jaga Kebersihan Lingkungan: Bersihkan rumah dan lingkungan sekitar dengan disinfektan untuk membunuh bakteri dan jamur.
- Perhatikan Alas Kaki: dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK, menyarankan penggunaan alas kaki yang tepat saat banjir guna mencegah infeksi dan penyakit.
Selain itu, pastikan Anda mendapatkan makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh. Awasi anak-anak agar tidak bermain di air banjir.
Penting untuk menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan air yang terkontaminasi, dan segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala penyakit setelah terpapar situasi banjir.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Meskipun langkah-langkah pencegahan dapat membantu, ada kondisi di mana Anda perlu segera mencari pertolongan medis. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:
- Ruam atau gatal yang tidak kunjung sembuh
- Luka yang terinfeksi (bengkak, nanah, kemerahan yang meluas)
- Demam
Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan kulit Anda. Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis profesional.
Dengan kewaspadaan dan tindakan pencegahan yang tepat, Anda dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit kulit saat banjir. Jaga kebersihan, hindari kontak dengan air banjir, dan segera cari pertolongan medis jika diperlukan.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476329/original/098209100_1768728369-IMG_4903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469235/original/018631400_1768099529-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.32.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476365/original/034456100_1768732998-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_15.59.35.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476142/original/031022700_1768713983-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_12.09.03.jpeg)















