Misteri 'Daftar Klien' Epstein dan Lingkaran Intelijen AS-Israel
FBI tepis isu 'daftar klien' Jeffrey Eipstein dan sebut dia tewas bunuh diri.

Terpidana kasus kejahatan seksual Jeffrey Eipstein kembali jadi sorotan. Ini terjadi usai Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dan Biro Penyelidikan Federal (FBI) mengklaim tidak menemukan bukti bahwa Epstein menyimpan "daftar klien" berisi nama-nama tokoh berpengaruh di dunia.
Padahal, sebelumnya Jaksa Agung Pam Bondi sempat mengonfirmasi soal keberadaan 'daftar klien' tersebut dalam sebuah wawancara bersama Fox News. Kasus tersebut disorot lantaran diduga menyeret sejumlah nama kalangan elite AS dan dunia.
Epstein sendiri tewas di sel penjara New York pada 2019 saat ia menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Meskipun ada berbagai teori konspirasi tentang kematian Epstein, FBI telah menyimpulkan bahwa ia meninggal karena bunuh diri.
Hasil investigasi tersebut seperti mau menepis seluruh teori konspirasi bahwa Epstein dibunuh agar tidak membeberkan nama tokoh-tokoh elit AS dan dunia yang terlibat operasi perdagangan seks.
Isu 'daftar klien' Epstein kembali mencuat setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump sempat berjanji akan membuka seluruh file terkait kasus ini saat kampanye.
Namun, sejak Trump kembali menjabat Januari lalu, para pendukungnya merasa kecewa karena tidak ada temuan baru dan tidak ada "daftar klien" yang diumumkan sesuai yang dijanjikan.
Lingkaran Intelijen AS-Israel
Seiring kembali ramainya berita ini, pertanyaan soal status Epstein sebagai agen rahasia Israel, yakni Mossad juga kian mengemuka. Pakar konservatif Tucker Carlson bahkan kembali menyindir soal kabar tersebut dalam pidatonya di acara Student Action Summit Turning Point USA di Tampa, Florida, AS.
"Sangat jelas bagi siapa pun yang menonton bahwa orang ini memiliki koneksi langsung dengan pemerintah asing. Tidak seorang pun diizinkan mengatakan bahwa pemerintah asing itu adalah Israel," ungkapnya dikutip dari The Jerusalem Post Minggu (13/7).
Dalam pidatonya, Carlson mempertanyakan apakah Epstein memeras orang atas nama Mossad atau tidak. Ia juga mempertanyakan dari mana asal kekayaan dan karier Epstein.
"Saya pikir jawaban yang sebenarnya adalah Jeffrey Epstein bekerja atas nama badan intelijen, mungkin bukan Amerika. Kita berhak bertanya atas nama siapa dia bekerja," kata Carlson.

Carlson mengatakan, bahwa ia yakin akan ada lebih banyak informasi yang terungkap tentang kasus Epstein, meskipun Departemen Kehakiman mengumumkan bahwa mereka tidak akan merilis informasi lebih lanjut kepada publik.
Diketahui, jika Departemen Kehakiman memutuskan tidak merilis banyak temuannya berdasarkan hukum federal dengan dalih untuk melindungi banyak korban Epstein.
Carlson lalu berargumen bahwa surat perintah penggeledahan awal memang dirancang untuk melindungi Epstein, sehingga pemerintah tidak merilis bukti-bukti yang mengejutkan.
"Surat perintah penggeledahan itu ditulis sedemikian rupa untuk memastikan bahwa pihak federal tidak pernah mendapatkan bukti yang benar-benar memberatkan," katanya.
Dilansir dari independent, Carlson juga menyebut jika pemerintah AS sengaja menyembunyikan buku hitam Epstein karena akan mengungkap keterlibatannya dengan badan mata-mata Amerika dan Israel.
Daftar klien yang jadi perbincangan menjadi isu menarik karena banyak tokoh terkenal dunia diketahui kerap bersosialisasi dengan Epstein.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486810/original/034935000_1769609668-Foto2.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5342712/original/038739300_1757399162-PHOTO-2025-09-08-18-15-00__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477135/original/034018900_1768809759-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478865/original/037928200_1768955017-PHOTO-2026-01-20-18-28-26.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486610/original/016152000_1769591914-MBG_uang_tunai_-klaim.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486710/original/031190200_1769596675-Potret_Dapur_Rumah_Ranty_Maria.jpg)












