Sorot
{{caption}}
Kelakuan Pengembang Perumahan di Depok, Bikin Pagar hingga Bangunan di Danau

{{caption}}
Kronologi Geng Motor di Cianjur Serang Pemuda Pakai Golok dan Celurit

{{caption}}
Eks Napiter di Lampung Cari Keadilan Ada Rekannya yang Belum Disidang

{{caption}}
Aksi Heroik Bocah di Medan Sendirian Lawan Perampok hingga Terseret 100 Meter

{{caption}}
Hasil Crystal Palace vs Chelsea: Estevao Gemilang, The Blues Raup Poin Penuh

{{caption}}
Usai Lawatan Luar Negeri, Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Apa?

Topik Terkait
{{caption}}
Meski Tumbuh Melambat, OJK Sebut Kredit Rumah Tangga Kuartal III 2025 Lebih Baik dari Sebelum Pandemi

Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2025 tumbuh sekitar 7,74 persen.

{{caption}}
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Melambat di Triwulan III-2025, Kerusuhan Jadi Pemicu Utama

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta melambat signifikan pada triwulan III-2025, hanya mencapai 4,96 persen. Kerusuhan akhir Agustus lalu disebut sebagai salah satu penyebab utama perlambatan ini.

{{caption}}
Ramai soal Fenomena Rojali Alias Rombongan Jarang Beli, Ekonom Beri Penjelasan

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengakui adanya kehati-hatian masyarakat dalam konsumsi.

{{caption}}
Ironi di Balik Turunnya Konsumsi Masyarakat, Kenaikan Gaji Kecil dan Tak Tersentuh Bansos

Faisal menjelaskan tren pelemahan konsumsi belajar kelas menengah di Indonesia telah terjadi sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

{{caption}}
Bagaimana Pengaruh Penghematan Anggaran Prabowo ke Pertumbuhan Ekonomi? Ini Jawaban Kepala BPS

Amalia mengatakan bahwa data terkait penghematan ini baru dapat diperoleh lebih jelas pada rilis triwulan berikutnya.

{{caption}}
Sri Mulyani Jelaskan Komponen Buat Ekonomi Indonesia Tumbuh Melambat di Kuartal III-2024

Sri Mulyani menjelaskan, dari sisi komponen, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,91 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal II-2024.

{{caption}}
Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen di Kuartal II-2024

Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 diramal tumbuh 5,11 persen.

{{caption}}
Sri Mulyani Bongkar Penyebab Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Ekspektasi Pemerintah

Menurut asumsi pemerintah, Indeks Keyakinan Konsumen masih tumbuh positif untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi.

{{caption}}
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Turun Tipis di Kuartal III-2023, Ternyata Ini Biang Keroknya

Pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal III-2023 sebesar 4,94 persen (yoy), lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2022 sebesar 5,17 persen.

{{caption}}
Airlangga Ungkap Rahasia Ekonomi RI Kuartal II-2023 Tumbuh di Atas 5 Persen

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 5,17 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II-2023.

{{caption}}
BRI Insurance Syariah Raih Penghargaan, Perkuat Kontribusi Ekonomi Nasional

Unit bisnis syariah BRI Insurance berhasil meraih penghargaan Top Sharia Business Unit - General Insurance, menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan industri keuangan syariah.

{{caption}}
Kadin Tegaskan Elektrifikasi Indonesia Kunci Peningkatan Kesejahteraan di WEF

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti pentingnya elektrifikasi Indonesia sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dalam World Economic Forum (WEF) 2026 Davos.

{{caption}}
Respons Pidato Prabowo di WEF, CORE: Potensi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Tinggi dari 5 Persen

Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai Potensi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dapat melampaui 5 persen, didukung bonus demografi dan sumber daya alam, menanggapi pidato Prabowo di WEF.

{{caption}}
KDKMP Penggerak Ekonomi UMKM, Dinas Lebak Optimistis Dorong Pertumbuhan Daerah

Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lebak diyakini menjadi penggerak ekonomi UMKM lokal, mengatasi tantangan pemasaran dan mendorong pertumbuhan daerah.

{{caption}}
Realisasi Investasi Kolaka 2025 Meroket hingga Rp19,36 Triliun, Lampaui Target Signifikan

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kolaka mencatat realisasi **Investasi Kolaka 2025** mencapai Rp19,36 triliun, melampaui target dan menunjukkan pertumbuhan luar biasa. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumn

{{caption}}
Prabowo Tegaskan Investasi SDM Kunci Pertumbuhan Jangka Panjang Indonesia di WEF Davos 2026

Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) Davos 2026 menekankan pentingnya Investasi SDM sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia, memaparkan berbagai program prioritas pemerintahannya.

{{caption}}
Bulog Papua Optimistis Salurkan 20.567 Ton Beras SPHP Per Januari 2026, Jaga Stabilitas Harga Pangan

Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat telah menyalurkan sekitar 20.567 ton beras SPHP hingga Januari 2026, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah tersebut.

{{caption}}
Ekonomi Kalsel Tumbuh Impresif 5,19 Persen, Lampaui Nasional hingga Akhir 2025

Kantor Wilayah DJPb Kalsel mencatat Ekonomi Kalsel tumbuh 5,19 persen hingga akhir 2025, melampaui pertumbuhan nasional dan menunjukkan ketahanan daerah. Simak faktor pendorongnya!

{{caption}}
Minimnya Pekerjaan Formal Diprediksi Tekan Daya Beli Masyarakat di 2026

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, memproyeksikan tekanan pada daya beli masyarakat akan meningkat sepanjang 2026, salah satunya akibat minimnya pekerjaan formal.

{{caption}}
TMMIN Proyeksi Otomotif 2026: Komoditas dan Likuiditas Jadi Penentu Arah Industri

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memproyeksikan industri otomotif nasional pada 2026 akan sangat dipengaruhi oleh harga komoditas dan likuiditas, menjadi faktor kunci dalam arah pasar otomotif.

{{caption}}
Gaji Rp10 Juta Bebas PPh 21: Kebijakan Stimulus atau Dilema Pemerataan?

Pemerintah mengumumkan kebijakan gaji Rp10 juta bebas PPh 21 mulai tahun 2026. Namun, insentif ini hanya berlaku untuk sektor tertentu, menimbulkan pertanyaan tentang pemerataan dan efektivitas stimulus ekonomi.

{{caption}}
Industri Otomotif 2026 Diprediksi Masih Tertekan, Daya Beli Lemah dan Kebijakan Fiskal Jadi Tantangan

Pakar ITB memprediksi Industri Otomotif 2026 masih akan menghadapi tekanan berat akibat daya beli masyarakat yang lemah, penyusutan kelas menengah, serta dampak kebijakan fiskal yang memicu efek 'wait and see'.

Trending Now