Fluktuasi Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Ras Melonjak
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis data terkini mengenai Harga Pangan Nasional, dengan cabai rawit merah mencapai Rp49.850/kg dan telur ayam ras Rp32.100/kg.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, baru saja merilis pembaruan data harga komoditas pangan. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, tercatat harga cabai rawit merah mencapai Rp49.850 per kilogram di tingkat pedagang eceran. Sementara itu, harga telur ayam ras juga menunjukkan angka signifikan, yakni Rp32.100 per kilogram secara nasional.
Data terbaru dari PIHPS ini memberikan gambaran jelas mengenai dinamika Harga Pangan Nasional yang sedang terjadi di pasar. Selain cabai dan telur, beberapa komoditas pokok lainnya juga mengalami fluktuasi harga. Bawang merah tercatat seharga Rp47.100 per kilogram, dan bawang putih berada di kisaran Rp40.900 per kilogram.
Pemantauan berkelanjutan terhadap harga pangan strategis ini sangat krusial bagi stabilitas ekonomi rumah tangga. Informasi ini membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengambil keputusan terkait kebutuhan pokok. Ketersediaan data akurat dari PIHPS menjadi landasan penting untuk menjaga daya beli konsumen.
Harga Cabai dan Bawang di Tingkat Eceran
Komoditas cabai menunjukkan variasi harga yang cukup beragam di pasar eceran nasional. Selain cabai rawit merah yang mencapai Rp49.850 per kilogram, jenis cabai lainnya juga memiliki harga yang perlu diperhatikan. Cabai merah besar tercatat seharga Rp41.700 per kilogram, menunjukkan perbedaan signifikan dengan cabai rawit merah.
Selanjutnya, cabai merah keriting berada di angka Rp38.150 per kilogram, memberikan pilihan harga bagi konsumen. Sementara itu, cabai rawit hijau justru menempati posisi tertinggi dengan harga mencapai Rp54.450 per kilogram. Fluktuasi ini seringkali dipengaruhi oleh faktor pasokan dan permintaan musiman di berbagai daerah.
Tidak hanya cabai, harga bawang juga menjadi perhatian utama dalam daftar Harga Pangan Nasional. Bawang merah terpantau di harga Rp47.100 per kilogram, menjadikannya salah satu bumbu dapur esensial yang cukup mahal. Di sisi lain, bawang putih dijual dengan harga Rp40.900 per kilogram di pasaran.
Dinamika Harga Beras Berbagai Kualitas
Beras, sebagai makanan pokok utama, menunjukkan rentang harga yang berbeda berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah I tercatat seharga Rp14.450 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II sedikit lebih tinggi, yaitu Rp15.050 per kilogram. Perbedaan ini mencerminkan preferensi konsumen dan ketersediaan di pasar.
Untuk beras kualitas medium, PIHPS mencatat beras medium I seharga Rp16.100 per kilogram dan beras medium II di angka Rp15.800 per kilogram. Kualitas medium ini seringkali menjadi pilihan favorit bagi sebagian besar rumah tangga. Ketersediaan pasokan beras di pasar juga sangat mempengaruhi stabilitas Harga Pangan Nasional.
Sementara itu, beras kualitas super juga memiliki variasi harga yang signifikan. Beras kualitas super I mencapai Rp17.050 per kilogram, menunjukkan harga tertinggi di antara jenis beras lainnya. Beras kualitas super II sedikit lebih rendah, yaitu Rp16.550 per kilogram, menawarkan alternatif bagi konsumen yang mencari kualitas premium.
Komoditas Protein dan Pemanis Penting
Daging ayam ras menjadi salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, dengan harga tercatat Rp42.550 per kilogram. Harga ini relatif stabil namun tetap menjadi perhatian penting dalam komponen Harga Pangan Nasional. Ketersediaan pasokan dan biaya pakan ternak seringkali menjadi penentu harga.
Untuk daging sapi, terdapat perbedaan harga berdasarkan kualitasnya. Daging sapi kualitas I dijual seharga Rp141.900 per kilogram, merefleksikan kualitas premium. Sementara itu, daging sapi kualitas II berada di harga Rp134.550 per kilogram, memberikan pilihan yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Komoditas gula juga menunjukkan dua kategori harga. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.100 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal dijual seharga Rp18.200 per kilogram. Perbedaan ini biasanya terkait dengan merek, proses produksi, dan distribusi di pasar.
Tren Harga Minyak Goreng di Pasar
Minyak goreng, sebagai kebutuhan pokok rumah tangga, juga memiliki variasi harga berdasarkan jenis dan kemasannya. Minyak goreng curah tercatat di harga Rp19.150 per liter, menjadikannya pilihan yang paling ekonomis. Harga ini seringkali menjadi patokan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Untuk minyak goreng kemasan bermerek, terdapat dua kategori harga. Minyak goreng kemasan bermerek I berada di harga Rp22.500 per liter, menunjukkan kualitas dan merek yang lebih dikenal. Konsumen seringkali memilih jenis ini karena alasan kualitas dan kenyamanan.
Sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II dijual seharga Rp21.250 per liter, sedikit lebih rendah dari merek I. Perbedaan harga ini bisa disebabkan oleh strategi pemasaran atau perbedaan produsen. Pemantauan harga minyak goreng penting untuk menjaga stabilitas Harga Pangan Nasional secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482441/original/024948900_1769210307-1001544126.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482440/original/041593200_1769209602-154379.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482439/original/097662000_1769208475-IMG-20260124-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)




















