KKP Perkuat Literasi Keuangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan di Bantul, Dorong Kemandirian Ekonomi
KKP perkuat literasi keuangan nelayan dan diversifikasi usaha di Bantul untuk tingkatkan kemandirian ekonomi serta kesejahteraan masyarakat pesisir. Simak upaya KKP!

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat literasi keuangan dan diversifikasi usaha bagi penerima manfaat Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Upaya ini dilakukan di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan ekonomi mereka. Langkah strategis ini bertujuan mendorong kemandirian usaha serta keberlanjutan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Inisiatif ini merupakan bagian dari pembangunan KNMP yang sedang berlangsung di 65 lokasi di Indonesia. KKP sebagai pelaksana program prioritas pemerintah pusat, memberikan beragam pelatihan. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia penerima manfaat program.
Di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, KKP menyelenggarakan pelatihan pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan. Sosialisasi program permodalan juga diberikan kepada seratusan masyarakat nelayan dan pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Kegiatan ini menjadi kunci untuk memanfaatkan fasilitas KNMP yang sedang dibangun.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui Pelatihan Komprehensif
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen penuh dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto, menegaskan bahwa sasaran pembangunan KNMP lebih dari sekadar sarana prasarana. Program ini berfokus pada pembangunan masyarakat yang lebih berdaya saing, memastikan mereka tidak hanya produktif tetapi juga mampu mengelola usaha agar semakin maju.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Poncosari, Bantul, menunjukkan progres signifikan. Doni Ismanto menyebutkan bahwa pembangunan di desa ini telah mencapai 55 persen, menjadikannya yang tercepat ketiga dari 65 lokasi lainnya di Indonesia. KKP mengalokasikan anggaran sebesar Rp22 miliar untuk pembangunan di Poncosari, mencakup konstruksi shelter pendaratan ikan, docking kapal, bale nelayan, hingga sentra kuliner.
Pelatihan yang diberikan mencakup literasi keuangan, strategi pengelolaan keuangan yang efektif, dan berkelanjutan. Trian Yunanda, Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, menjelaskan bahwa pelatihan ini juga membekali peserta dengan praktik penyusunan proposal permodalan usaha. Kehadiran pemateri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin memperkuat kualitas materi yang disampaikan, memastikan para nelayan mendapatkan pemahaman mendalam tentang keuangan.
Diversifikasi Usaha dan Pemanfaatan Potensi Lokal
Selain literasi keuangan, KKP juga fokus pada diversifikasi usaha nelayan untuk memaksimalkan potensi lokal. Pelatihan ini mencakup kreasi dan inovasi olahan ikan serta seafood untuk kuliner atau restoran. Peserta juga diajarkan strategi pemasaran produk perikanan, baik secara konvensional maupun digital, guna memperluas jangkauan pasar mereka. Ini termasuk panduan cara pembuatan NIB dan PIRT untuk legalitas usaha produk olahan perikanan.
Desa Poncosari memiliki potensi pariwisata yang besar, sebuah aspek yang didorong oleh KKP untuk dimanfaatkan. Trian Yunanda menjelaskan bahwa masyarakat didorong untuk menjalankan usaha lain di luar aktivitas nelayan utama mereka. Harapannya, hal ini akan menghasilkan banyak produk turunan yang bisa menjadi ciri khas kuliner ikan di wilayah tersebut, menambah nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.
KKP juga menyiapkan berbagai sarana prasarana rantai dingin dan penangkapan ikan yang komprehensif. Fasilitas ini meliputi gudang beku portabel, pabrik es, puluhan unit coolbox, serta mobil berpendingin. Selain itu, disediakan juga 10 unit kapal berukuran 3 GT, 10 unit mesin, dan 320 unit alat tangkapan ikan, memastikan nelayan memiliki peralatan memadai. Pelatihan terkait laporan hasil tangkapan digital, pengelolaan ikan di atas kapal, dan keselamatan melaut diberikan untuk memastikan pemanfaatan fasilitas secara optimal.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474645/original/061677600_1768515913-lamine-yamal-barcelona-mario-garcia-racing-santander-berebut-bola-copa-del-rey.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474642/original/042364200_1768514712-nico-paz-como-luka-modric-ac-milan-aksi-serie-a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474567/original/045852200_1768486517-1000651852.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474537/original/056082100_1768484276-PHOTO-2026-01-15-14-38-24.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474561/original/035946000_1768485082-IMG_6630.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474506/original/057058400_1768480771-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_19.36.12.jpeg)

















