Komisi VII DPR RI Dukung Penguatan Wirausaha Baru IKM Grobogan
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendorong penguatan wirausaha baru Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Grobogan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) dan dukungan permodalan, memastikan IKM Grobogan naik kelas.

Komisi VII DPR RI menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia. Kali ini, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi fokus perhatian melalui inisiatif penguatan wirausaha baru. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, secara aktif mendorong program ini untuk memaksimalkan potensi ekonomi daerah.
Penguatan wirausaha baru tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian. Acara ini dipusatkan di Grobogan karena wilayah tersebut merupakan daerah pemilihan (Dapil) Evita Nursanty dan dinilai memiliki potensi ekonomi yang sangat besar di berbagai sektor.
Inisiatif ini bertujuan untuk membekali para pelaku usaha dengan keterampilan dan dukungan yang diperlukan agar dapat bersaing. Dengan demikian, diharapkan IKM di Grobogan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga dapat berkembang dan naik kelas, memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal dan nasional.
Dukungan Komisi VII untuk Potensi Grobogan
Kabupaten Grobogan memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, tidak hanya di sektor pertanian tetapi juga di berbagai bidang lain yang bisa dikembangkan menjadi wirausaha baru. Evita Nursanty menekankan bahwa daerah ini kaya akan komoditas unggulan, mulai dari jagung, padi, kedelai, hingga olahan pangan seperti tahu, tempe, kecap, pakan ternak, dan sirup melon.
Peluang usaha dari komoditas-komoditas ini sangat luas dan dapat terus diperluas. Komisi VII DPR RI melihat adanya ruang pengembangan yang besar bagi 18.805 unit industri kecil yang sudah ada di Grobogan.
Dukungan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pelaku usaha lokal untuk berinovasi dan menciptakan produk yang lebih kompetitif. Dengan demikian, potensi ekonomi Grobogan dapat tergarap secara optimal, menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fokus Pelatihan dan Solusi Permodalan
Bimtek penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru IKM ini dibagi menjadi tiga kelompok bidang utama untuk memberikan pelatihan yang spesifik. Kelompok tersebut meliputi batik, pengolahan makanan, dan bengkel roda dua, yang dipilih berdasarkan potensi dan kebutuhan pasar.
Para peserta Bimtek akan mendapatkan pelatihan intensif serta dukungan peralatan yang memadai. Menurut Evita Nursanty, “Peserta akan dibekali keterampilan dan juga peralatan. Misalnya kelompok bengkel, mereka bisa langsung buka usaha karena mendapat perlengkapan masing-masing.”
Pengembangan wirausaha di Grobogan juga membutuhkan dukungan menyeluruh, terutama dalam hal permodalan, peningkatan sumber daya manusia, dan penguasaan teknologi. Untuk itu, Bank Jateng turut dihadirkan dalam kegiatan ini guna memberikan solusi pembiayaan, termasuk pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Budi Setiawan, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian, menambahkan bahwa pemerintah juga memberikan bantuan alat. “Misal untuk perbengkelan dengan dibantu kompresor, untuk makanan olahan dibantu mixer maupun alat pengering produk gorengan, serta kerajinan batik mendapatkan bantuan alat cap serta kompor listrik.”
Tantangan Pemasaran dan Peran IKM Nasional
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku industri kecil saat ini adalah pemasaran produk. Evita Nursanty menyoroti bahwa produk yang bagus tidak akan berdampak signifikan jika tidak dipromosikan dengan tepat. “Produksi yang baik kalau tidak didukung pemasaran yang tepat sasaran ya tidak ada gunanya. Ini yang harus terus ditingkatkan, termasuk pemanfaatan teknologi digital,” tegasnya.
Sektor industri kecil memiliki peran yang sangat besar dalam perekonomian nasional. Lebih dari 99 persen industri di Indonesia merupakan industri mikro, kecil, dan menengah (IMKM) yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 13 juta orang.
Di Jawa Tengah sendiri, terdapat lebih dari 887 ribu industri kecil, menunjukkan vitalnya sektor ini. Dengan penguatan pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan produk-produk IKM Grobogan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Harapan untuk IKM Grobogan Naik Kelas
Evita Nursanty berharap bahwa Bimtek ini akan menjadi langkah awal yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil di Grobogan. Program ini diharapkan dapat membuka peluang bagi produk lokal untuk tidak hanya kompetitif di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian, Budi Setiawan, juga menyampaikan harapannya. “Harapannya, mereka bisa naik kelas untuk memenuhi spesifikasi yang menghasilkan produk yang berkualitas yang tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, melainkan hingga pasar nasional,” ujarnya.
Dengan dukungan berkelanjutan dari Komisi VII DPR RI, Kementerian Perindustrian, dan lembaga keuangan seperti Bank Jateng, IKM Grobogan diharapkan dapat terus tumbuh. Peningkatan kualitas produk, penguasaan teknologi, dan strategi pemasaran yang efektif akan menjadi kunci keberhasilan mereka di masa depan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475789/original/083728200_1768652285-113192.jpg)









