Pemerintah Anggarkan Rp 58 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah, Berapa Unit Bisa Dibangun?
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) menetapkan Program 3 Juta Rumah sebagai fokus utama nasional untuk tahun 2026.

Memasuki tahun 2026, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan mengarahkan strategi komunikasi publik atau PR untuk memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. Program ini kembali ditetapkan oleh Presiden sebagai agenda prioritas nasional dan menjadi fokus utama karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor perumahan.
Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Dydik Choiroel, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skema dukungan pembiayaan untuk memastikan pencapaian target program tersebut. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan dukungan sekitar 790.000 unit rumah dengan total anggaran yang mencapai Rp 58 triliun.
"Program 3 Juta Rumah kembali menjadi prioritas nasional. Ini adalah komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah, dapat memiliki rumah yang layak," ungkap Dydik di Ruang Kantor Kementerian PKP, Kamis (15/1/2026).
Dukungan yang diberikan terdiri dari beberapa skema utama. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditargetkan untuk mencapai 350.000 unit rumah, sedangkan Program Subsidi Bantuan Selisih Bunga (PSBS) diarahkan untuk 400.000 unit rumah. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang ditargetkan untuk mengakses 40.000 unit rumah komersial.
Program Pembangunan Infrastruktur

Menurut Dydik, secara keseluruhan, program perumahan nasional memiliki potensi dukungan yang mencapai Rp 130 triliun jika semua skema pembiayaan dan insentif digabungkan. Angka ini mencerminkan betapa seriusnya perhatian pemerintah terhadap sektor perumahan sebagai pendorong ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial.
Sejalan dengan hal itu, anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) untuk tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp 10,89 triliun. Anggaran ini ditargetkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas sebanyak 406.357 unit perumahan.
"Sekitar 400 ribu unit di antaranya difokuskan untuk renovasi rumah rakyat, agar masyarakat tidak hanya memiliki rumah, tetapi juga rumah yang aman, sehat, dan layak huni," jelas Dydik.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)
















