Pemerintah Berencana Hapus Skema Lelang Blok Migas, Diganti Penunjukan Langsung
Perubahan mekanisme ini bertujuan untuk menyederhanakan proses investasi.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menghapus skema lelang Wilayah Kerja (WK) atau blok minyak dan gas (migas), dan menggantinya dengan mekanisme penunjukan langsung. Langkah ini tengah dibahas dalam proses evaluasi terhadap revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa perubahan mekanisme ini bertujuan untuk menyederhanakan proses investasi dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha di sektor hulu migas.
"Kalau kita lihat, perusahaan global yang bergerak di hulu migas sebenarnya relatif terbatas. Jadi ujung-ujungnya itu lagi, itu lagi," ujar Yuliot saat ditemui di Jakarta, Selasa (8/7).
Menurutnya, dalam situasi seperti itu, pemerintah perlu mempertimbangkan mekanisme yang memungkinkan penunjukan langsung terhadap pihak yang sudah memiliki kapabilitas keuangan, teknologi, dan rekam jejak operasi internasional.
"Kalau ada yang berminat, memiliki modal, teknologi, dan sudah berpengalaman di banyak negara, seharusnya kita bisa langsung tunjuk," jelasnya.
Saat ini, sistem lelang mengharuskan partisipasi minimal tiga perusahaan untuk satu WK migas. Namun, skema ini dinilai memakan waktu karena harus melalui tahapan kompetisi terlebih dahulu.
"Proses tender bisa memakan waktu cukup lama. Kalau pakai penunjukan langsung, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) bisa langsung masuk ke tahap perizinan. Jadi lebih sederhana dan efisien," tambah Yuliot.
Lebih lanjut, pemerintah tengah mempersiapkan proses penawaran terhadap 75 WK migas. Dari jumlah tersebut, 61 WK akan ditawarkan melalui tender, sementara 14 lainnya masih dikategorikan sebagai wilayah potensial.
Yuliot juga menyebutkan bahwa wilayah dengan potensi terbesar berada di Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa kawasan di Sumatera.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477548/original/051022700_1768861609-IMG_20260120_011736.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477505/original/010719300_1768833274-Prabowo_Mahasiswa_Papua.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477503/original/080786400_1768831286-Bocah_lima_tahun_asal_Sukabumi_jago_matematika.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477497/original/032473000_1768829852-Prabowo_Rapat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477493/original/012138900_1768829400-Rektor_nonaktif_UNM_Karta_Jayadi.jpg)


















