Pemerintah Fokus Utama Pengentasan Kemiskinan di RKP 2026
Pemerintah menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai fokus utama dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, didukung strategi digitalisasi bansos dan program jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.

Pemerintah Indonesia menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026. Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Eka Chandra Buana, menegaskan hal ini di Jakarta pada Jumat (16/1). Ia menyatakan bahwa permasalahan kemiskinan kini menjadi salah satu isu paling mendesak bagi pemerintah yang harus segera ditangani secara komprehensif.
Berbagai strategi telah disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk penguatan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran. Digitalisasi bantuan sosial didukung oleh Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan efektivitasnya. Inisiatif ini diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan pemerintah.
Selain itu, pemerintah meluncurkan Kartu Kesejahteraan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat miskin serta Kartu Usaha Afirmatif. Kartu Usaha Afirmatif ditujukan khusus untuk pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan yang relevan. Program ini juga memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Strategi Digitalisasi dan Pemberdayaan Ekonomi
Pemerintah terus memperkuat upaya penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan efisien. Digitalisasi bantuan sosial menjadi kunci utama dalam strategi ini, didukung penuh oleh Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini bertujuan meminimalkan kesalahan data serta memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang paling berhak.
Peluncuran Kartu Kesejahteraan merupakan inisiatif penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin di seluruh wilayah. Kartu ini diharapkan dapat secara signifikan meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera yang selama ini kesulitan. Program ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah dalam mengatasi akar permasalahan kemiskinan.
Di samping itu, Kartu Usaha Afirmatif hadir sebagai solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ingin mandiri. Kartu ini menyediakan akses pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Selain itu, program ini juga membuka pintu bagi perluasan akses permodalan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Investasi Jangka Panjang untuk Kualitas SDM
Dalam jangka menengah-panjang, pemerintah berinvestasi pada pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari keluarga miskin. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat menjadi pilar utama strategi ini untuk masa depan. Kedua program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia.
Upaya ini memiliki tujuan strategis yang mulia, yaitu memutus rantai kemiskinan antargenerasi secara berkelanjutan. Dengan SDM yang lebih berkualitas dan berdaya saing, diharapkan mereka memiliki peluang lebih baik di masa depan. Ini adalah langkah proaktif pemerintah dalam menciptakan mobilitas sosial yang positif.
Komitmen nasional terhadap pengentasan kemiskinan diperkuat dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Inpres ini mengatur tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem secara terpadu. Instruksi Presiden tersebut menjadi landasan kuat untuk koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait.
Menghadapi Tantangan Bencana Alam di Sumatera
Tantangan pengentasan kemiskinan semakin kompleks dengan adanya bencana alam yang melanda wilayah Sumatera. Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerugian material yang besar, tetapi juga memperburuk kondisi ekonomi masyarakat terdampak. Pemerintah menyadari dampak signifikan dari kejadian tersebut terhadap kesejahteraan warga.
Menanggapi situasi ini dengan cepat, pemerintah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026. Keputusan ini membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Sumatera. Satgas ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk penanganan komprehensif.
Fokus utama Satgas adalah pemulihan sosial, ekonomi, serta ketahanan pangan di wilayah terdampak bencana. Pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak langsung. Dukungan pemulihan ekonomi juga diberikan, termasuk bantuan bagi warga yang kehilangan modal usaha akibat banjir di Sumatera.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)









