PLN Percepat EBT Papua, Wujudkan Listrik Berkeadilan di Seluruh Tanah Papua
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) terus **PLN Percepat EBT Papua** untuk menghadirkan listrik berkeadilan, mengatasi tantangan geografis, dan meningkatkan ketahanan energi.

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) secara aktif mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah strategis ini bertujuan untuk mewujudkan pemerataan listrik berkeadilan di seluruh wilayah Tanah Papua.
General Manager PLN UIWP2B, Diksi Erfani Umar, menjelaskan bahwa upaya ini penting demi ketahanan energi berkelanjutan. Meskipun sistem kelistrikan saat ini cukup, bauran energi hijau perlu ditingkatkan secara signifikan.
Pengembangan EBT menjadi solusi utama untuk mengatasi tantangan geografis Papua yang ekstrem. Melalui pendekatan inovatif, PLN berupaya menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke daerah terpencil.
Potensi dan Tantangan Kelistrikan di Tanah Papua
Sistem kelistrikan di enam provinsi Tanah Papua saat ini terdiri dari delapan sistem besar dan 372 sistem isolated. Dari jumlah tersebut, sebanyak 190 sistem sudah merupakan pembangkit energi baru terbarukan. Hal ini menunjukkan komitmen PLN terhadap energi hijau.
Pembangkit EBT yang ada meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Selain itu, terdapat juga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm). Diversifikasi sumber energi ini sangat krusial.
Daya mampu sistem kelistrikan di seluruh provinsi mencapai 527,88 megawatt (MW), dengan beban puncak tertinggi 345,31 MW. Ini menyisakan cadangan daya sebesar 182,57 MW, menunjukkan ketersediaan listrik yang cukup. Namun, distribusi listrik masih menjadi pekerjaan rumah.
Meskipun cadangan daya memadai, masih banyak daerah di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang belum teraliri listrik. Kondisi geografis Tanah Papua yang menantang menjadi kendala utama. PLN dituntut untuk mencari pendekatan inovatif agar listrik dapat menjangkau seluruh masyarakat.
Strategi PLN Wujudkan Keadilan Energi Melalui EBT
Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi solusi utama dalam mencapai keadilan energi di Papua. Pemanfaatan potensi alam daerah setempat memungkinkan pembangunan pembangkit yang berkelanjutan. Ini sejalan dengan visi energi bersih nasional.
Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, sejumlah proyek strategis telah direncanakan. Proyek-proyek ini berfokus pada pembangunan pembangkit hijau yang tersebar di seluruh Tanah Papua. Tujuannya adalah memperluas jangkauan fasilitas kelistrikan.
General Manager Diksi Erfani Umar menegaskan, "Hal ini dilakukan agar jangkauan fasilitas kelistrikan dapat dirasakan seluruh masyarakat hingga ke seluruh negeri." Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat PLN. Upaya ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan EBT di Papua tidak hanya tentang penyediaan listrik, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, daerah dapat lebih mandiri dalam energi. Ini merupakan langkah maju menuju kemandirian energi nasional.
Sumber: AntaraNews



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)















