Strategi Jitu Bapanas: HET Beras Satu Harga Siap Turunkan Harga Pangan Nasional
Kepala Bapanas tegaskan penerapan HET Beras Satu Harga jadi langkah krusial menekan disparitas harga dan menjamin stabilitas pangan. Akankah berhasil mensejahterakan masyarakat?

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah dalam menstabilkan harga pangan. Ia menyatakan bahwa penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras satu harga akan menjadi strategi utama untuk menurunkan harga beras di seluruh Indonesia.
Kebijakan ini bertujuan untuk menekan disparitas harga yang signifikan antarwilayah di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses beras dengan harga yang lebih terjangkau secara merata di berbagai daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran di Tangerang, Banten, pada Senin (04/11), saat meninjau Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Mektan Serpong. Pemerintah berupaya keras agar harga beras di pasaran dapat stabil dan terus mengalami penurunan.
Mendorong Stabilitas Harga Melalui HET Beras Satu Harga
Amran Sulaiman menjelaskan bahwa kebijakan HET beras satu harga sangat penting untuk mengatasi perbedaan harga yang signifikan. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau secara merata.
"Tujuan kita adalah menurunkan harga supaya masyarakat bahagia," kata Mentan Amran saat dikonfirmasi mengenai perkembangan HET beras satu harga. Pemerintah terus berupaya agar harga beras di pasaran bisa turun sesuai harapan.
Meskipun tidak memberikan keterangan lebih lanjut, Amran menekankan bahwa pemerintah terus memantau stabilitas harga. Sinergi lintas sektor menjadi kunci, termasuk pelaksanaan operasi pasar yang terbukti efektif menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di berbagai wilayah.
Dampak Positif dan Tantangan Penurunan Harga Beras
Amran mengungkapkan rasa syukurnya atas penurunan harga beras di berbagai daerah. Hal ini terbukti dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan sebanyak 23 provinsi mengalami deflasi beras, dengan tiga provinsi mencatat harga relatif stabil, sementara 12 provinsi lainnya mengalami inflasi beras.
"Operasi pasar, alhamdulillah, berhasil karena tadi turun dan bahkan, perhatikan nggak tadi? Bahwa deflasi beras," ujar Amran, menyoroti keberhasilan upaya pemerintah. Ini menunjukkan bahwa intervensi pemerintah mulai membuahkan hasil dalam menstabilkan harga.
Selain itu, Bapanas juga mengerahkan tim khusus di 51 daerah yang masih mencatat harga beras di atas HET. Tim ini bertugas mempercepat penyesuaian harga sesuai kebijakan nasional. Langkah ini diharapkan dapat meratakan penurunan harga beras di seluruh wilayah.
Koordinasi Lintas Kementerian untuk HET Beras Terbaru
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan, juga telah membahas isu ini. Ia mengatakan akan segera melaporkan kepada Presiden terkait perubahan HET beras. Perubahan ini termasuk penyederhanaan kelas mutu beras.
Kelas mutu beras akan disederhanakan dari premium dan medium menjadi beras reguler dan beras khusus. Zulhas menyampaikan bahwa rapat koordinasi untuk penetapan beras satu harga sudah dilakukan. Namun, hal ini memerlukan persetujuan dari Presiden.
"Kami sudah rapat, tentu nanti kami akan laporkan ke Presiden dulu," kata Zulhas di Jakarta. Meskipun pemerintah telah memiliki HET terbaru untuk beras, ia belum dapat mengumumkannya. "Sudah (ada HET), tapi belum bisa diumumkan sebelum melaporkan ke Presiden," imbuhnya.
Sumber: AntaraNews



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)























