Tahukah Anda? Virus Jembrana Hanya Menyerang Sapi Bali, Dinas Pertanian Pasaman Perketat Pengawasan!
Dinas Pertanian Pasaman memperketat pengawasan ternak sapi untuk antisipasi penyebaran virus Jembrana, penyakit yang spesifik menyerang Sapi Bali. Bagaimana langkah pencegahannya?

Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, kini tengah memperketat pengawasan terhadap ternak sapi di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi serius terhadap merebaknya infeksi Jembrana Disease Virus (JDV) yang berpotensi mengancam populasi sapi lokal.
Pengawasan intensif ini dilakukan menyusul terdeteksinya kasus virus Jembrana pada sapi warga di Kepulauan Mentawai beberapa waktu lalu. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan agar virus tersebut tidak menyebar ke Pasaman.
Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Prasetyo, menyatakan bahwa seluruh jajaran tenaga kesehatan hewan dan penyuluh pertanian telah diinstruksikan untuk memantau kandang sapi masyarakat secara berkala. Selain itu, pengawasan lalu lintas ternak sapi yang masuk dan keluar daerah juga diperketat.
Pencegahan Dini dan Pengawasan Intensif oleh Dinas Pertanian Pasaman
Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pertanian mengambil langkah proaktif dalam mencegah penyebaran virus Jembrana. Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Prasetyo, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap ternak sapi masyarakat.
"Kita perketat pengawasan terhadap ternak sapi masyarakat yang ada di Pasaman. Agar virus jembrana ini tidak menjangkit terhadap sapi yang ada saat ini," ujar Prasetyo di Lubuk Sikaping, Rabu (1/10).
Prasetyo juga memerintahkan seluruh jajaran tenaga kesehatan hewan dan penyuluh pertanian untuk intens melaksanakan pengawasan lapangan. Pengawasan ini mencakup pemantauan kondisi kesehatan sapi di kandang-kandang warga.
Selain pemantauan di kandang, Dinas Pertanian Pasaman juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak sapi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada sapi terinfeksi virus Jembrana yang masuk atau keluar dari wilayah Pasaman, sehingga meminimalisir risiko penularan.
Mengenal Lebih Dekat Virus Jembrana dan Sapi Bali
Virus Jembrana merupakan penyakit spesifik yang menyerang jenis sapi Bali. Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pasaman, Maimunah, populasi sapi Bali di Kabupaten Pasaman berkisar antara 5-10 persen dari total populasi sapi.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Jembrana Disease Virus (JDV), yang termasuk dalam kelompok Retrovirus subfamili Lentivirus. Virus ini memiliki karakteristik unik karena secara spesifik hanya menyerang Sapi Bali dan tidak menular ke jenis sapi lainnya.
Penularan virus Jembrana dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Penularan langsung terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh seperti urin, air liur, atau darah dari sapi yang terinfeksi. Sementara itu, penularan tidak langsung dapat melalui vektor serangga penghisap darah, seperti nyamuk dan lalat.
Maimunah menekankan bahwa peternak dianjurkan untuk menjaga kebersihan kandang dan memberikan pakan yang cukup. Jika ada sapi yang menunjukkan gejala virus Jembrana, peternak diminta untuk segera melaporkannya ke Puskeswan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Langkah Antisipasi dan Jaminan Keamanan Konsumsi Daging
Meskipun virus Jembrana merupakan ancaman serius bagi Sapi Bali, Maimunah memastikan bahwa penyakit ini tidak menular ke manusia. "Penyakit Jembrana tidak menular ke manusia sehingga aman untuk mengonsumsi produk daging dan susu dari sapi yang terjangkit, asalkan berasal dari sumber yang diawasi," jelasnya.
Hal ini berarti bahwa produk olahan dari sapi yang terinfeksi, seperti daging dan susu, tetap aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, penting untuk memastikan bahwa produk tersebut berasal dari sumber yang telah melalui pengawasan kesehatan hewan yang ketat.
Dinas Pertanian Pasaman juga berupaya melakukan pencegahan lebih lanjut melalui berbagai cara. Upaya tersebut meliputi vaksinasi pada sapi yang rentan, menjaga biosekuriti yang baik di peternakan, serta melakukan kontrol vektor serangga secara rutin untuk mengurangi risiko penularan.
Dengan langkah-langkah pencegahan dan pengawasan yang ketat ini, diharapkan Kabupaten Pasaman dapat terhindar dari penyebaran virus Jembrana. Keterlibatan aktif peternak dalam menjaga kesehatan ternaknya juga menjadi kunci utama keberhasilan upaya antisipasi ini.
Sumber: AntaraNews



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)


