Target 4 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah 2026: Perkuat SPHP dan Bantuan Pangan
Pemerintah menargetkan peningkatan Cadangan Beras Pemerintah menjadi 4 juta ton pada 2026 untuk memperkuat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta menjamin ketersediaan bantuan pangan nasional.

Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi 4 juta ton pada tahun 2026. Keputusan ini diambil untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di masa mendatang. Target ambisius ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan target ini bertujuan utama untuk memperkuat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan. Langkah ini diharapkan memudahkan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga beras bagi masyarakat. Dengan demikian, fluktuasi harga yang merugikan konsumen dapat diminimalisir.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengumumkan keputusan ini di Jakarta pada Senin (30/12). Target ambisius ini juga didukung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, yang turut menargetkan hal serupa.
Peningkatan Cadangan Beras untuk Stabilitas Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa penambahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi 4 juta ton merupakan langkah strategis. Ini akan memudahkan pemerintah dalam melaksanakan SPHP dan menyalurkan bantuan pangan secara cepat dan tepat sasaran. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang akan stabilitas pasokan beras.
Target sebelumnya sebesar 3 juta ton dirasa perlu ditingkatkan guna menghadapi berbagai tantangan pangan. Dengan cadangan yang lebih besar, Perum Bulog akan memiliki ruang gerak yang lebih kuat. Ini penting untuk menjaga pasokan, menstabilkan harga, serta melindungi kepentingan petani dan konsumen Indonesia secara berkelanjutan.
Peningkatan Cadangan Beras Pemerintah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga kemandirian pangan nasional. Harapannya, tidak ada lagi gejolak harga yang merugikan masyarakat dan petani di masa depan.
Peran Vital Bulog dalam Penyerapan dan Stabilisasi
Perum Bulog diandalkan pemerintah sebagai penopang utama stabilisasi pangan nasional yang berkelanjutan. Bulog berperan krusial dalam pelaksanaan SPHP sekaligus menjaga harga gabah di tingkat petani melalui penyerapan hasil panen secara konsisten. Peran Bulog ini sangat penting untuk menjamin keadilan bagi petani.
Keberhasilan Bulog dalam menjalankan perannya tercermin dari harga gabah yang kini mencapai Rp6.500 per kilogram. Pencapaian ini menunjukkan efektivitas kebijakan penyerapan gabah oleh pemerintah pusat dan daerah. Kebijakan tersebut terbukti mampu memberikan harga yang stabil dan adil bagi petani.
Sepanjang tahun 2025, realisasi pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri oleh Bulog mencapai 3,435 juta ton. Angka ini melampaui 114,5 persen dari target serap beras 3 juta ton yang ditetapkan. Menariknya, tidak ada impor beras yang dilaksanakan Bulog untuk penambahan Cadangan Beras Pemerintah tahun ini, menunjukkan kekuatan produksi dalam negeri.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482938/original/081714600_1769299677-Hogi_dan_Arsita.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482937/original/067040800_1769297894-Bendera_PDIP_berkibar_di_depan_kantor_PPP_Tuban.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482936/original/079259800_1769297387-Wakil_Menteri_Perlindungan_Pekerja_Migran_Indonesia__P2MI___Dzulfikar_Ahmad_Tawalla.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482934/original/022637500_1769296527-Motor_terduga_pelaku_perampokan_di_Lampung.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1953505/original/071520100_1519978843-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482933/original/040680200_1769295761-Pelajar_tewas_tenggelam_di_Sungai_Oya_Gunungkidul.jpg)



















