Tips Ahli Karier Atasi Rasa Bosan saat Cari Kerja
Saat ini, para pencari kerja membutuhkan waktu antara enam bulan hingga satu tahun untuk mendapatkan kesempatan wawancara.

Saat ini, mencari pekerjaan menjadi tantangan yang cukup berat. Banyak individu yang baru saja kehilangan pekerjaan mengalami kesulitan dalam menemukan posisi baru.
Selain itu, jumlah pengangguran yang berlangsung dalam jangka panjang juga mengalami peningkatan.
Menurut Jen DeLorenzo, seorang pelatih karier dan pendiri The Career Raven, banyak kliennya mulai merasakan keputusasaan karena proses pencarian kerja yang berlangsung lebih lama dari yang diharapkan.
"Orang-orang yang biasanya mendapatkan pekerjaan dalam 1 hingga 2 bulan kini harus menunggu 6 bulan hingga lebih dari setahun hanya untuk mendapatkan beberapa wawancara," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa rasa lelah sering kali muncul ketika pencarian kerja berlangsung terlalu lama. Hal ini sering menimbulkan pertanyaan yang mengganggu, seperti, "Mengapa proses ini memakan waktu begitu lama? Apa yang salah dengan diri saya?"
DeLorenzo sendiri pernah mengalami pemutusan kerja sebanyak empat kali dalam kariernya, sehingga ia sangat memahami dampak pengangguran terhadap kesehatan mental.
"Banyak dari kita mengaitkan harga diri dengan produktivitas, jabatan, dan pekerjaan yang kita lakukan. Jadi, saat di-PHK atau sedang mencari kerja, kita bisa merasa kehilangan jati diri," jelasnya.
Bagi para pencari kerja yang merasa lelah dan tertekan, DeLorenzo memberikan beberapa tips agar tidak cepat merasa jenuh selama proses pencarian pekerjaan ini.
Ambil waktu sejenak untuk menjauh dari kotak masuk

DeLorenzo menyadari betapa menggoda untuk langsung mengecek email di pagi hari. Namun, ia memperingatkan bahwa kebiasaan ini dapat meningkatkan tingkat stres.
"Rasanya seperti, apakah saya akan mendapat undangan wawancara atau malah menerima banyak penolakan?" ujarnya.
Oleh karena itu, ia merekomendasikan agar kliennya memberi waktu untuk diri sendiri terlebih dahulu dengan menarik napas dalam-dalam dan menenangkan pikiran sebelum mulai memeriksa kotak masuk email.
Ia juga menyarankan untuk merenungkan, "Tanyakan pada diri sendiri, seperti apa kondisi mental saya saat ini? Bisakah saya menerima penolakan jika saya membuka email saat masih di tempat tidur, atau haruskah saya melakukan hal lain?"
Banyak pencari kerja merasa terpaksa untuk segera membalas setiap pesan yang mereka terima. Namun, DeLorenzo menegaskan bahwa harapan tersebut tidak realistis dan dapat menambah beban pikiran.
Ada tekanan yang dirasakan

"Jika ada permintaan untuk wawancara, tidak masalah jika kamu baru membalas beberapa jam kemudian," ungkapnya.
"Yang terpenting adalah kamu harus menjaga kesehatan mentalmu."
Ia menekankan bahwa mengambil waktu sejenak dari pencarian kerja adalah hal yang normal.
"Ada tekanan untuk terus-menerus mencari lowongan agar tidak kehilangan kesempatan," tambahnya.
"Namun, cara seperti itu tidak dapat dilakukan secara terus-menerus."
Pisahkan Waktu Khusus untuk Fokus Melamar Pekerjaan
DeLorenzo menceritakan pengalamannya ketika merasa kecewa setelah seorang kliennya mengungkapkan bahwa ia melamar lebih dari 50 pekerjaan dalam seminggu.
"Saya sampai bertanya, dari mana kamu mendapatkan semua lowongan itu? Pada tahap ini, kamu hanya melamar secara sembarangan dan berharap ada yang diterima," jelasnya.
"Itu bukanlah strategi yang efektif."
Dalam proses pencarian kerja, penting untuk memiliki pendekatan yang terencana agar usaha yang dilakukan lebih maksimal dan tidak terkesan asal-asalan.
Tentukan jenis pekerjaan
Dia menjelaskan bahwa hal yang paling penting sebelum mengirimkan lamaran pekerjaan adalah dengan jelas menentukan jenis pekerjaan yang ingin dikejar.
Banyak pencari kerja yang akhirnya melamar untuk posisi yang tidak relevan karena merasa putus asa, padahal lebih baik jika mereka membatasi diri pada bidang yang sesuai agar proses pencarian kerja menjadi lebih terarah dan efektif.
DeLorenzo juga mengingatkan agar tidak menyesuaikan resume untuk setiap lowongan, karena hal tersebut dapat menimbulkan stres.
Setelah mempersempit fokus pencarian, ia merekomendasikan untuk melamar pekerjaan dalam waktu tertentu, misalnya satu hingga dua jam setiap hari.
Setelah itu, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti berlari, berjalan-jalan, atau membaca buku.
"Mau apa pun bentuknya, tambahkan kegiatan yang memberi kamu sedikit kebahagiaan ke daftar harianmu," ujar DeLorenzo.
Kegiatan-kegiatan tersebut akan sangat membantu dalam menjaga kesehatan mental selama proses pencarian kerja.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5377145/original/039488600_1760077856-Jepretan_Layar_2025-10-08_pukul_13.29.59.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5485492/original/007610400_1769508737-nipah_bgs.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/826798/original/006051700_1426131169-1842092shutterstock-175158260780x390.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485469/original/048372600_1769507808-Screenshot_20260127_162454_Gallery.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485403/original/085172200_1769505773-Screenshot_20260127_160008_Gallery.jpg)












