Polisi hadapi massa Baju Merah

Ratusan polisi Thailand mengambil posisi berhadap-hadapan dengan massa demonstran Baju Merah di Bangkok setelah tiga orang tewas akibat ledakan granat.
Namun, polisi kemudian melangkah mundur dari konfrontasi langsung.
Inggris, Amerika Serikat dan Australia telah mengeluarkan peringatan baru agar warganya tidak bepergian ke Thailand setelah satu malam yang sarat dengan ketegangan dan tindak kekerasan.
Massa Baju Merah telah melancarkan protes untuk menentang pemerintah enam pekan terakhir.
Pemerintah PM Abhisit Vejjajiva menghadapi tekanan yang semakin kuat untuk menemukan jalan keluar dari konflik, tapi peluang negosiasi tampaknya tipis, kata wartawan BBC Vaudine England di Bangkok.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon mengatakan melalui jurubicara bahwa ini 'waktu yang memerlukan sikap menahan diri di semua pihak''.
Pemerintah Inggris menyarankan agar warganya ke Bangkok hanya jika memang perlu sekali.
Kemlu Inggris mengatakan ''ini mencerminkan kekhawatiran akan keselamatan warga Inggris...mengingat tindak kekerasan yang bisa pecah tanpa peringatan dalam krisis politik yang semakin rawan''.
Sementara nasihat pemerintah Inggris hanya menyangkut Bangkok dan tidak berlaku bagi warganya yang hanya melakukan transit, peringatan yang dikeluarkan AS dan Austalia menganjurkan warganya tidak bepergian ke Thailand.
Mundur lagi
Polisi bergerak menyeberangi jalan utama Rama IV dan menghadap ke lapisan barikade Baju Merah selama hampir dua jam Jumat pagi, namun kemudian mundur lagi.
Massa demonstran melontarkan sumpah serapah dan mengacung-acungkan bambu runcing, sementara aparat keamanan tampak menatap dingin dari seberang jalan.
Sedikitnya 75 orang, banyak dari mereka pengguna sistem kereta api Bangkok, Skytrain, terluka dalam serentetan ledakan Kamis malam. Mereka dirawat di rumah sakit di sekitar tempat pusat etegangan di kawasan Silom, Bangkok.
Wakil Perdana Menteri Suthep Thaugsuban mengatakan ledakan itu berasal dari granat M79.
Dia mengatakan, granat-granat itu dilempar dari sudut selatan Lumpini Park, Bangkok, yang berada di belakang baride Baju Merah.
Namun, para tokoh Baju Merah membantah bertanggungjawab atas rentetean ledakan, dan menyatakan mereka tidak punya urusan untuk melukai warga tidak bersalah.
Pemerintah Thailand menolak untuk mengukuhkan klaim pemerintah bahwa tiga orang tewas dalam tindak kekerasan Kamis malam.
Mereka menyatakan seorang wanita tewas. Sedangkan, korban cedera termasuk seorang Australia, seorang Amerika dan seorang WNI.





























