Baju Merah tutup stasiun layang Bangkok

red shirt
Keterangan gambar, Aksi Baju Merah telah berlangsung sejak pertengahan Maret

Militer Thailand menutup beberapa stasiun kereta layang di Bangkok dan otoritas pehubungan menghentikan pelayanan setelah demonstran antipemerintahan menerobos masuk ke dalam stasiun dan melemparkan ban ke peron sebagai bagian dari aksi mereka untuk mendesak percepatan pemilu.

Penutupan terjadi bertepatan dengan jam sibuk di pagi hari yang menyebabkan kekacauan diantara para pengguna kereta dan menimbulkan ketegangan di ibukota karena ratusan tentara dengan senjata otomatis terlihat menjaga stasiun yang tersebar di sepanjang jalan utama Bangkok.

Juru bicara pemerintahan Panitan Wattanayagorn mengatakan pasukan keamanan dikirim untuk bernegosiasi dengan demonstran untuk memindahkan ban dan belum jelas kapan pelayanan kereta kembali dibuka.

Mayor Jenderal Polisi Anuchai Lekbumrung kepada wartawan mengatakan demonstran telah setuju untuk memindahkan ban pada siang hari. ''Kami telah berbicara dengan pemimpin baju merah dan penjaganya dan mereka akan memindahkan ban, mereka menaruh ban di peron bukan di rel kereta''.

Media Thailand melaporkan kalau pendemo menaruh ban-ban di rel kereta sebelum layanan kereta dimulai pagi hari. Pendemo menginginkan agar Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva untuk membubarkan parlemen dan menggelar pemilu secepatnya.

Setidaknya 26 orang tewas dan lebih dari 1.00 orang terluka sejak aksi demo yang dikenal dengan Baju Merah menguasai sejumlah bagian di Bangkok menentang pemerintahan sejak pertengahan Maret.

Aksi demo berkepanjangan ini menyebabkan industri pariwisata Thailand tergangu, sejumlah laporan menyebut banyak hotel bintang lima dan pusat perbelanjaan tutup.

Upaya damai

thai forces
Keterangan gambar, Pasukan keamanan dikerahkan untuk menjaga fasilitas publik

Pemerintah berulang kali mengatakan tetap berharap bisa mengatasi krisis politik ini dengan damai, meski ada ketegangan yang terjadi dalam proses negosiasi, tapi sekaligus menyatakan tidak akan membiarkan pendemo menguasai daerah lainnya di Bangkok.

Banyak pendukung baju merah yang berada di sekitar dan luar ibukota yang mencoba untuk mencegah bantuan keamanan kepolisian ke Bangkok.

Setidaknya di enam tempat di Thailand, demonstran baju merah menebar paku di sepanjang jalan, membangun pos pemeriksaan dan memeriksa setiap mobil dan bus guna mencegah adanya anggota polisi yang datang ke ibukota.

Sejumlah polisi yang berangkat menuju Bangkok dipaksa untuk kembali ke markasnya.

Satu insiden pertikaian terjadi ketika polisi di pusat provinsi Phitsanulok, menerobos penjagaan baju merah dan dibalas dengan lemparan batu serta pukulan kayu, demikian laporan media setempat.

Panitan mengatakan beberapa pergerakan pasukan pada hari Selasa ditujukan untuk mencegah pendemo dari menutup penjagaan keamanan, dia mengatakan hal itu bukan untuk membersihkan pendemo dari jalan utama.

''Kami tidak berniat melakukan sapu bersih tapi kami mencoba untuk membebaskan pelayanan publik dan membuka lokasi tertentu agar masyarakat bisa menggunakannya dan para petugas untuk bepergian'', katanya.

''Kami mencoba untuk menjamin kalau demonstran tidak menyebar dan mencoba menutup sistem jaringan komunikasi'', katanya seraya menambahkan kalau ''pasukan keamanan akan menjaga sejumlah jalan raya utama untuk menjamin jalan raya tetap dibuka''.