Bentrokan Thailand telan korban jiwa

Seorang tentara Thailand tewas dan 16 lainnya luka-luka dalam konfrontasi dengan sekitar dua ribu pengunjuk rasa anti pemerintah di ibukota Bangkok.
Para pengunjuk rasa sebelumnya meninggalkan kam mereka di Bangkok pusat dan bertolak ke tempat rapat umum yang sekitar 50 kilometer.
Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva sejauh ini menolak tuntutan agar ia membubarkan parlemen.
Dalam perkembangan terpisah hari Rabu, Mahkamah Konstitusi sepakat untuk mempertimbangkan rekomendasi Komisi Pemilihan untuk membubarkan partai yang memerintah, Partai Demokrat karena dugaan penyalahgunaan dana. Tidak ada batas waktu yang diberikan terkait rekomendasi itu.
Sejumlah pemerintahan sebelumnya digulingkan menyusul keputusan yang dikeluarkan Komisi Pemilihan.
Massa Baju Merah, yang menghendaki pemerintah mundur, telah bertahan di kam yang mereka dirikan di Bangkok lebih dari enam bulan ini.
Hari Selasa, Abhisit mengatakan kepada BBC walaupun dia menghendaki penyelesaian politik, pemilihan dalam waktu dekat bukan solusinya.
'Terobosan'
Demonstran Baju Merah saat ini menduduki suatu hamparan lahan yang membentang ke selatan distrik perdagangan hingga kawasan bisnis ibukota Thailand.
Banyak orang bertahan di belakang kam ketika konvoi berangkat ke pasar Talad Thai.

Sekitar 1.000 menumpang truk atau sepeda motor untuk mencapai tempat rapat umum tersebut.
Pemimpin demonstrasi, Kwanchai Praipanna, mengatakan mereka ingin berterimakasih kepada warga setempat atas dukungan yang mereka berikan.
"Kalau tentara mencoba menghentikan kami, kami akan menerobos barikade dan pos pemeriksaan mereka,'' kata Kwanchai.
Mereka berencana untuk kemudian kembali ke kamp mereka di Bangkok, tambahnya.
Kondisi di Bangkok secara umum tetap tenang sejak serangan granat terjadi pekan lalu di kawasan bisnis di dekat kam mereka. Insiden tersebut menelan satu korban jiwa dan melukai 80 orang.
Hari Selasa massa demonstran menghadang jalur kereta layang Skytrain selama beberapa jam sebelum kemudian membuka kembali jalur angkutan umum tersebut.
Konfrontasi yang sudah berlangsung tiga pekan itu mempersulitan kondisi Thailand. Banyak hotel dan toko besar di bagian tengah Bangkok terpaksa tutup.
Pemerintah Thailand berupaya untuk menggusur demonstran dari sebuah tempat pada 10 April dan insiden itu menelan 25 korban jiwan dan ratusan korban luka.
Kubu Baju Merah, yang kebanyakan mendukung PM terguling Thaksin Shinawatra, mengatakan pemerintah Abhisit ilegal.





























