AS desak Cina soal Korea utara

Hillary Clinton dan Presiden Cina Hu Jintau di Beijing 25 Mei 2010
Keterangan gambar, Ny Clinton mengatakan perdamaian Korea tanggung jawab bersama

Amerika dan Cina harus bekerja sama untuk menyusun tanggapan efektif dalam menangani soal tenggelamnya kapal perang Korea Selatan, kata Hillary Clinton.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat itu mengatakan di Beijing bahwa mempertahankan perdamaian di semenjanjung Korea merupakan "tanggung jawab bersama" antara sejumlah negara.

"Tidak ada pihak yang lebih kawatir tentang perdamaian dan stabilitas di kawasan selain Cina," kata Hillary Clinton.

Selama dua hari, Hillary Clinton mengadakan pembicaraan intensif dengan Cina soal Korea utara dan berharap kedua belah pihak dapat mengkritik Pyongyang.

Namun di ujung pertemuan, Cina tampak tidak tergerak.

Nyonya Clinton mengatakan tidak ada seorang pun yang lebih khawatir soal perdamaian dan stabilitas di semenanjung korea selain Cina.

Namun secara umum ia mengakui bahwa Washington dan Beijing sering memiliki pandangan yang berbeda.

Amerika berpandangan bahwa merupakan hal yang penting untuk menekankan pada Pyongyang bahwa mereka tidak bisa terhindar begitu saja atas tenggelamnya kapal Korea Selatan.

Cina meminta semua pihak menahan diri. Hillary Clinton melanjutkan perjalanan ke Seoul. Ia mengatakan akan melaporkan kunjungannya itu ke Cina.

Tantangan serius

Hillary Clinton mengatakan kepada para wartawan di Beijing bahwa Amerika "akan bekerja sama dengan masyarakat internasional dan mitra Cina kami untuk menyusun tanggapan yang efektif dan layak" terkait tenggelamnya kapal Cheonan.

"Amerika Serikat dan Cina memiliki pandangan yang sama terkait perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea," katanya.

"Kita harus bekerja sama lagi untuk menangani tantangan serius yang dipicu oleh tenggelamnya kapal Korea Selatan."

Cina juga menyerukan kerja sama internasional atas insiden tersebut. Wakil menteri luar negeri Cui Tiankai mengatakan Beijing "siap untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan pihak lain dan tetap melakukan kontak terkait semenanjung Korea".

Korea Selatan mengatakan mereka merencanakan akan mengadukan Korea Utara ke Dewan Keamanan PBB dan mengupayakan tanggapan bersama internasional untuk menanggapi insiden itu.

Amerika Serikat yang memiliki ribuan pasukan di Korea Selatan, mendukung Seoul, dan mengecam insiden tersebut.

Amerika memastikan bahwa mereka akan melakukan latihan bersama anti kapal selam dengan Korea Selatan.

Namun sikap Cina dianggap sebagia kunci karena Beijing memegang veto di Dewan Keamanan PBB dan sebelumnya selalu ragu-ragu untuk menerapkan tindakan keras terhadap Pyongyang.