Bantahan serangan atas Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad.
Keterangan gambar, Para pejabat Iran mengatakan ledakan berasal dari petasan.

Para pejabat Iran membantah Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menjadi sasaran upaya pembunuhan.

Sebuah situs internet beraliran konservatif sebelumnya melaporkan bahan peledak dilempar ke iring-iringan presiden di kota Hamedan, namun belakangan laporan itu dicabut.

Dan stasiun TV negara mengatakan serangan seperti itu tidak pernah ada dan seorang pejabat mengatakan ledakan berasal dari petasan.

"Itu petasan dan sebuah pernyataan akan segera dikeluarkan," kata seorang pejabat di kantor media kepresidenan kepada kantor berita AFP.

Presiden Ahmadinejad tetap memberikan pidato di stadion sepakbola kota itu.

Sebelumnya situs Khabaronline mengatakan mobil presiden berjarak sekitar 100 m dari ledakan yang menyebabkan gumpalan asap tebal.

Sementara itu kantor berita semi pemerintah, Fars, melaporkan ledakan tampaknya disebabkan granat buatan tangan namun belakangan juga menyebut bahwa penyebabnya adalah petasan, yang dipasang untuk menyambut kedatangan presiden.

Beberapa stasiun TV Arab sempat melaporkan beberapa orang terluka dalam ledakan.

Sebelumnya, masih dalam pekan ini, Ahmadinejad mengatakan keyakinaannya bahwa dia menjadi sasaran rencana pembunuhan oleh Israel.

Dia menyampaikan keyakinannya tersebut saat berpidato di konferensi para ahli asing di Iran dengan mengatakan Zionis menggunakan "pembunuh bayaran untuk membunuh saya."