Sekjen PBB jenguk korban banjir

Sekjen PBB Ban Ki-Moon menggambarkan kehancuran akibat banjir di Pakistan ''meremukkan hati''.
Berbicara ketika berjunjung ke kawasan yang dilanda banjir, Ban mengatakan skala bencana lebih gawat daripada yang dia pernah saksikan.
Dia juga mengimbau dunia agar mempercepat bantuan untuk Pakistan, dan menambahkan tempat berteduh dan obat-obatan sangat diperlukan.
Pemerintah Pakistan mengatakan sekitar 20 juta warga terkena dampak banjir.
Paling tidak 1.500 orang tewas dalam bencana alam tersebut.
Kalangan pakar medis memperingatkan ancaman epidemi di kawasan bencana semakin besar.
Ban Ki-moon dan Presiden Pakistan Zardari terbang dengan helikopter di atas empat distrik Punjab, provinsi yang menjadi lumbung pangan bagi negara Asia selatan tersebut.
Kini dari udara wilayah tersebut tampak seperti tanah yang berisi danau-danau yang membentang luas. Tanaman berharga seperti tebu dan gandum terendam air.
Sementara itu, banyak rumah dari lumpur tenggelam dan jutaan warga harus mengungsi.
Rombongan tamu yang berkunjung disambut tepuk tangan panjang ketika mereka mendatang sebuah kamp bantuan yang didirikan oleh militer Pakistan.
Tempat tersebut kini menampung sekitar 1.000 pengungsi.
Warga pengungsi berpekik kegirangan ketika Ban Ki-Moon mengatakan dia berharap mereka bisa segera pulang.
Namun, rumah mereka sudah tiada dan ada jutaan warga yang menghadapi ketidakpastian. PBB mengtakan belum sampai setengah dari keseluruhan korban menerima bantuan.
''Saya tidak akan pernah melupakan kehancuran dan penderitaan yang saya saksikan hari ini,'' kata Ban.
''Di masa lalu saya sudah melihat pemandangan bencana alam di seluruh dunia, tapi tidak seperti ini. Skala bencana ini begitu besar. Jadi, banyak orang di begitu banyak tempat begitu memerlukan bantuan,'' tambahnya.
Sekjen PBB mengumumkan dana bantuan 10 juta dolar akan dikeluarkan dari dana tanggap darurat pusat PBB, dan ini berarti jumlah dana dari lembaga itu akan mencapai $ 27 juta dolar.
Ban juga kembali menyeru masyarakat internasional agar ikut membantu Pakistan.





























