Israel salah soal kematian bocah Palestina

peta lokasi Anata, Tepi Barat

Israel bertanggungjawab atas kematian bocah perempuan Palestina pada tahun 2010, kata pengadilan Yerusalem.

Abir Aramin diterjang peluru karet di kepala di tengah bentrok antara penjaga perbatasan Israel dan demonstran bersenjata batu di Anata, Tepi Barat.

Hakim yang menangani kasus perdata yang diajukan oleh keluarga korban menyimpulkan pembunuhan itu ''tidak bisa dibenarkan'' dan tentara bertindak ceroboh atau melanggar perintah.

Israel diperintahkan membayar kompensasi kepada keluarga Abir.

Abir terbunuh tidak lama setelah keluar dari toko permen dengan saudaranya dan dua teman di kota kecil Tepi Barat, Anata, di utara Yerusalem pada Januari 2007.

Keluarga, termasuk ayahnya yang aktivis perdamaian terkemuka, mengajukan kasus perdata setelah pengadilan tinggi Israel menolak kasus pidana yang diajukan terkait insiden tersebut dengan alasan Abir mungkin terkena batu yang dilemparkan oleh demonstran Palestina.

Sekelompok pemuda terlibat dalam bentrok dengan penjaga perbatasan tidak jauh dari korban berada. Mereka memprotes pembangunan tembok pemisah kontroversial oleh Israel.

Namun, Hakim Orit Efal-Gabai menyimpulkan tidak bisa diperdebatkan bahwa Abir telah diterjang oleh peluru karet dan bahwa penembakan ''terjadi akibat keteledoran, atau pelanggaran ketentuan bertindak''.

"Abir dan teman-temanya berjalan menyusuri jalan tempat tidak ada pelempar batu, sehingga tidak alasan untuk menembak ke arah mereka,'' lapor koran Haaretz mengutip pernyatan hakim.

"Jelas bahwa kematian Abir, yang disebabkan oleh tembakan peluru karena oleh penjaga perbatasan, akibat keteledoran tergugat,'' tambahnya.