Bantuan banjir tidak akan jatuh ke ekstremis

Pakistan menegaskan jaminan bahwa bantuan internasional untuk korban banjir tidak akan jatuh ke tangan ekstremis.
Pernyataan itu dikeluarkan Pakistan ketika PBB mengumumkan lembaga tersebut menerima tidak sampai setengah dari US$ 460 juta yang dia perlukan untuk membantu korban.
Kekurangan bantuan itu dikait-kaitkan dengan kekhawatiran soal korupsi dan pengaruh Taliban di Pakistan.
Namun, Menteri Dalam Negeri Rehman Malik mengatakan kepada BBC bahwa Taliban tidak akan dibiarkan memanfaatkan krisis untuk menggalang dukungan.
''Saya jamin seluruh masyarakat internasional yang akan memberikan bantuan dalam bentuk apa pun, kami akan pastikan kami bisa diaudit,'' kata Malik.
Dia menambahkan pemerintah Pakistan tengah mempertimbangkan menyewa auditor internasional untuk mengawasi penggunaan dana bantuan.
''Ini milik orang miskin, korban banjir. Saya jamin itu akan sampai ke mereka,'' tandasnya.
Malik mengatakan dia menyadari bahaya bahwa Taliban bisa memperkuat pengaruhnya di kawasan yang diterjang banjir dengan berperan sebagai pemberi bantuan dan meraih dukungan dari korban yang selamat dari banjir.
Namun, dia mengatakan ini tidak akan dibiarkan terjadi dan mempersalahkan kekhawatiran semacam itu pada ''politik partai'' di dalam negeri.
Prasarana rusak
Duta besar Amerika untuk Pakistan juga telah menepis kekhawatirant.
Dia mengatakan kabar bahwa kelompok-kelompok ekstremis merupakan satu-satunya organisasi yang terlibat dalam upaya pertolongan di beberapa daerah ''terlalu dibesar-besar''.
Lebih dari 20 juta orang diduga terkena dampak banjir. Sedikitnya 1.600 warga tewas, sementara aparat kesehatan memperingatkan jumlah korban masih mungkin bertambah ketika penyakit yang menyebar melalui air berjangkit.
Badan-badan bantuan mengatakan enam juta orang memerlukan bantuan segera, namun ratusan ribu warga belum menerima bantuan sama sekali.
Pembagian bantuan terhambat oleh kerusakan parah yang menimpa prasarana Pakistan. Banyak jalan dan jembatan tergerus air atau terputus akibat tanah longsor.
Korban selamat mengecam tanggapan pemerintah atas bencana. Mereka menyatakan bantuan terlalu terlambat datang.





























