AS akan dilanda resesi baru

Perekonomian AS tumbuh 1,6% di kuartal kedua, turun dari perkiraan pertama sebesar 2,4%.

Angka ini lebih bagus dari perhitungan sebagian besar pengamat.

Data terbaru tentang ekonomi AS memunculkan kekhawatiran bahwa AS akan memasuki resesi baru, yang akan menyeret bagian dunia lainnya.

Revisi angka ini terutama disebabkan lonjakan impor terbesar dalam 26 tahun ini dan penimbunan stok yang melambat oleh kalangan perusahaan.

Para ekonom memperkirakan revisi itu akan lebih tajam untuk periode April-Juni, turun ke angka sekitar 1,3%.

Namun demikian, ini tetap menandai penurunan besar angka pertumbuhan untuk tiga bulan sebelumnya yang berada pada tingkat 3,7%.

Perekonomian AS sekarang tumbuh untuk empat kuartal berturur-turut, walaupun tingkat pertumbuhan tahunan itu rata-rata hanya 2,9%.

Para pakar mengatakan perekonomian perlu tumbuh sekitar 3% untuk menjaga agar tingkat pengangguran yang saat ini 9,5% tidak naik.

Investasi bisnis untuk mesin, komputer dan piranti lunak baru mendorong pertumbuhan kuartal yang lalu, naik hampir 25%.

Dalam pekan lalu, data ekonomi menunjukkan kekhawatiran mendalam terhadap kesehatan ekonomi AS.

Penjualan rumah-rumah baru turun ke tingkat terendah dalam setengah abad ini, dan kalangan manufaktur memotong tajam belanja kapital mereka.

Perekonomian AS keluar dari resesi dengan pertumbuhan 1,6% pada kuarta ketiga tahun 2009.

Bank sentral

Sementara itu, gubernur bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), Ben Bernanke, menyampaikan reaksinya di depan konferensi para pejabat bank sentral tak lama setelah angka-angka di atas diterbitkan.

Dia memperkirakan pertumbuhan kuat tahun depan, namun dia juga mengakui bahwa perekonomian sangat rentan terhadap perkembangan yang tak terduga.

Dia juga menegaskan bahwa Fed akan mengambil langkah lebih lanjut untuk menyokong pemulihan.

He listed a number of possibilities, but the main one would be to resume the Fed's programme of boosting the amount of money in the financial system by buying assets in the markets.

Dia menyebutkan sejumlah kemungkinan tetapi yang paling utama adalah pemberlakuan kembali program Fed berupakan pemompaan dana segar ke sistem keuangan dengan mebeli aset di pasar-pasar.