Pemilih Afghanistan dipuji

NATO dan PBB memuji rakyat Afghanistan yang menggunakan suaranya dalam pemilihan parlemen meski diwarnai kekerasan yang menewaskan sedikitnya 14 orang.
Pimpinan pasukan NATO di Afghanistan Jendral David Petraeus mengatakan "rakyat Afghanistan mengirim pesan kuat".
"Suara masa depan Afghanistan bukan milik kelompok ekstrem dan jaringan teroris. Hal itu menjadi milik rakyat," kata Petraeus.
Sementara itu, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan pemilih di Afghanistan menunjukkan "semangat dan tekad".
Jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya sejauh ini tercatat 40%. Sebagian besar TPS dibuka kemarin.
Namun Taliban melancarkan serangan roket dan serangan-serangan lain guna mencegah warga menggunakan hak suara mereka. Dan di sejumlah tempat dilaporkan terjadi kecurangan.
Kementerian dalam negeri mengatakan tiga pejabat keamanan dan 11 warga sipil tewas. Gubernur Provinsi Kandahar juga menjadi sasaran serangan tetapi selamat.
Sekitar 2.500 calon memperebutkan 249 kursi majelis rendah atau disebut dengan Wolesi Jirga.





























