Israel: peluang kesepakatan 50-50

Ehud Barak pernah memimpin pemerintah Israel
Keterangan gambar, Ehud Barak pernah memimpin pemerintah Israel

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan ada peluang 50-50 untuk mencapai kesepakatan mengenai moratorium pemukiman Yahudi dengan Palestina, sementara masa pembekuan pembangunan pemukiman yang diberlakukan 10 bulan lalu hampir berakhir.

Pihak Palestina mengatakan mereka mungkin meninggalkan meja perundingan yang baru dilanjutkan lagi baru-baru jika pembekuan pembangunan pemukiman Yahudi tidak diperpanjang

Para pemukiman Yahudi di Tepi Barat bersiap untuk melanjutkan pemukiman jika kesepakatan tidak tercapai.

Ehud Barak kembali dari Majelis Umum PBB di New York, tempat dia memimpin tim perunding Israel.

Israel mengatakan isu pemukiman bukanlah penghalang perundingan, tapi juru runding Amerika Serikat bekerja keras untuk memastikan kesepakatan tercapai.

Dalam wawancara ekslusif dengan wartawan diplomatik BBC Bridget Kendall, Barak mengatakan dia kembali ke Israel untuk mencoba meyakinkan para pejabat pemerintah Israel mengenai perlunya mencapai kompromi, tapi dia tidak yakin upayanya akan berhasil.

''Saya rasa kesempatan untuk mencapai kesepakatan yang diterima bersama mengenai moratorium 50/50 [peluang untuk kesepakatan tercapai atau tidak tercapai sama besarnya],'' kata Barak kepada BBC. ''Saya rasa peluang meraih perdamaian lebih tinggi.''

''Saya berharap kesempatan itu tidak akan terganjal oleh isu moratorium ini dan kami akan bergerak dengan kecepatan penuh [menuju] perundingan yang subtansial dan kesepakatan,'' kata Barak.

Harus memilih

Mahmoud Abbas
Keterangan gambar, Mahmoud Abbas dicap banyak orang Palestina sebagai pemimpin yang lemah

Dalam pidato hari Sabtu di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas menghatakan Israel harus memilih antara perdamaian dan kebijakan meneruskan pembangunan pemukiman.

Palestina bersedia dan siap untuk mencapai perjanjian damai yang komprehensif dan adil dengan Israel, kata Abbas kepada Majelis Umum, seraya menyatakan ''tangan mereka yang terluka'' mengulurkan cabang pohon zaitun [lambang perdamaian] kepada orang Israel.

Namun, Abbas tidak sampai terang-terangan mengancam akan menarik diri dari meja perundingan dengan Israel jika moratorium mengenai pembangunan pemukiman Yahudi Tepi tidak diperpanjang oleh Israel.

Meski demikian, jika Abbas menjadi pihak yang lebih dulu melunakkan sikap dan menawarkan kompromi, bagi banyak warga Palestina, itu akan memperkuat citranya sebagai pemimpin yang lemah di mata banyak warga Palestina, kata wartawan BBC Jon Donnison, di kota Ramallah, Tepi Barat.

Jika dia tidak mundur sejengkal pun dan menarik diri dari perundingan, dia akan digambarkan sebagai sebagai orang yang menyia-nyiakan kesempatan, kata wartawan kami.

Peletakkan batu pertama

pemukiman Yahudi
Keterangan gambar, Lahan pemukiman Yahudi berada di wilayah Palestina yang dicaplok Israel

Masa pembekuan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat selama 10 bulan berakhir Minggu tengah malam waktu setempat (0300 WIB, Senin). Moratorium itu belum pernah diberlakukan terhadap pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur.

Kalangan politisi sayap kanan di Israel menyerukan pembangunan segera dilanjutkan lagi, dan mendukung rencana para pemukim Yahudi untuk melanjutkan pembangunan rumah mereka secepat mungkin.

''Pembangunan perlu dimulai lagi. Ada sekitar 2.000 unit perumahan yang sudah disetujui,'' kata Menteri Olah Raga dan Budaya Limor Livnat, anggota Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada kantor berita AFP.

Sedikitnya satu anggota parlemen lain dari Likud yang pro-pemukim Yahudi, Danny Danon, berencana menghadiri peletakan batu pertama untuk menandai pemukiman Revava mulai dibangun hari Minggu, kata kantor politisi tersebut.

''Kebijakan kami kini adalah melanjutkan pembangunan dengan kecepatan alamiah,'' kata Naftali Bennet, direktur jenderal organisasi para pemukim Yahudi, Yesha.

Namun, dilanjutkannya kembali pembangunan pemukiman mungkin dalam skala kecil, kata wartawan kami, sebab sebagian proyek harus memperoleh persetujuan dari kementerian pertahanan Israel.

Hari Kamis, Presiden Amerika Serikat Barack obama menyerukan kepada Israel agar memperpanjang moratorium, dan menyatakan langkah itu telah ''mendatangkan perubahanan di lapangan, dan memperbaiki suasana perundingan''.

Hampir setengah juta warga Yahudi kini bermukim di sekitar 100 pemukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel pada tahun 1967 atas Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Lahan pemukiman mereka diduduki secara ilegal menurut hukum internasional, meski Israel menampik pandangan tersebut.