Iran mulai memasukan bahan bakar nuklir

PLTN Bushehr
Keterangan gambar, Uranium yang digunakan Bushehr jauh di bawah kadar untuk senjata

Iran sudah mulai membuat bahan bakar ke inti pembangkit listrik tenaga nuklirnya yang pertama.

Insinyur Iran dan Rusia mulai memindahkan bahan bakar nuklir ke reaktor utama di Bushehr pada bulan Agustus namun dihentikan dan belakangan ditunda.

Stasiun TV resmi Iran mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir itu akan mulai menghasilkan listrik awal tahun 2011.

Proyek Bushehr -yang dimulai oleh insinyur Jerman pada tahun 1975- akhirnya diselesaikan dengan bantuan Rusia setelah melewati berbagai penundaan.

Iran saat ini dijatuhi empat putaran sanksi PBB karena program pengayaan uranium.

Kadar rendah

Para ahli mengatakan selama Bushehr dioperasikan oleh insinyur Rusia, maka kecil kemungkinan akan digunakan untuk proliferasi nuklir.

Bahan bakar uranium yang akan digunakan berada jauh di bawah kadar pengayaan yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.

Jika uranium untuk senjata nuklir membutuhkan pengayaan sampai 90% maka uranium di Bushehr hanya diperkaya 3,5%.

Bahan bakar untuk PLTN Bushehr ini dipasok oleh Rusia walau Iran juga sudah menghasilkan pengayaan uranium untuk kebutuhan bahan bakar.

Iran sudah memulai program percobaan untuk memperkaya uranium sampai kada 20%, yang menurut mereka dibutuhkan untuk reaktor penelitian kesehatan.

Namun program tersebut memancing kekhawatiran dari pemerintah Barat dan Israel yang khawatir pengembangannya untuk senjata nuklir.

Iran menegaskan bahwa teknologi nuklirnya untuk kepentingan damai yaitu untuk menghasilkan tenaga listrik.