Sandera Inggris yang bebas mengatakan dipukuli

Sepasang pensiunan Inggris yang disandera selama 400 hari di Somalia menceritakan masa-masa buruk yang mereka hadapi.
Paul dan Rachel Chandler -yang diculik dari perahu layar mereka di dekat Seychelles Bulan Oktober 2009- mengatakan mereka dipukuli ketika menolak untuk dipisahkan.
"Kami sangat terganggu. Kami amat ketakutan pada saat itu," kata Rachel Chandler, 56 tahun, setelah tiba dengan selamat di Kenya.
Mereka mengaku hanya mengetahu samar-samar tentang upaya pembebasan mereka.
Paul Chandler, 60 tahun, mengatakan mereka dibawa berkeliling Somalia sebelum dikunci di dalam sebuah mobil untuk tidur pada malam harinya.
"Selepas subuh, sekitar jam 7 kami diminta pergi dan bergabung dengan yang menyelamatkan kami. Tak mudah untuk punya perasaan saat itu, hampir sulit dipercaya. Terlalu bagus sebagai sebuah kenyataan," kata Paul.
Pasangan ini kemudian melakukan perjalanan dari Adado ke ibukota Somalia, Mogadishu, sebelum akhirnya terbang ke Kenya.
Tetap berharap
Rencana penerbangan mereka pulang ke Inggris masih belum diungkapkan.
Selama 13 bulan pasangan suami istri itu disandera di sebuah kampung di Somalia dengan cuaca yang amat panas.
Suami istri yang merupakan pelayar pengalaman ini mengatakan mereka mendapat kabar tentang pembebasan pada hari Jumat (12/11) namun masih meragukannya.
Rachel mengatakan pemimpin kelompok penculik yang menyampaikan berita tersebut.
"Dia selalu berbohong kepada kami dari waktu ke waktu, bahwa kami akan dibebaskan. Namun kami tetap berharap dan dalam beberapa bulan belakangan kami tak mendengar banyak," tuturnya.
Paul Chandler menegaskan tidak bisa memberikan komentar tentang rincian pembebasan mereka maupun perundingan yang ditempuh karena mereka hanya mengetahui samar-samar tentang apa yang terjadi.





























