Anak Aung San Suu Kyi dapat visa

Anak bungsu Aung San Suu Kyi, Kim Aris
Keterangan gambar, Kim Aris belum bertemu ibunya selama 10 tahun

Anak bungsu pemimpin prodemokrasi Birma Aung San Suu Kyi mendapatkan visa dari pemerintah Birma untuk mengunjungi ibunya, setelah Suu Kyi dibebaskan dari tahanan rumah.

Kim Aris yang berusia 33 tahun dan tinggal di Inggris pergi ke Thailand sebelum ibunya dibebaskan tanggal 13 November.

Pemimpin oposisi berusia 65 tahun itu lebih sering berada dalam tahanan selama 21 tahun terakhir.

Suu Kyi tidak bertemu Kim maupun putra sulungnya Alexander selama 10 tahun, dan dia tidak pernah bertemu cucu-cucunya.

Seorang pengacara Aung San Suu Kyi mengatakan kepada BBC siaran bahasa Birma bahwa Kim Aris mendapat visa untuk masuk ke Birma.

Nyan Win mengatakan Aris diperkirakan akan tiba di Rangoon hari Selasa pagi.

Aris mengatakan kepada BBC ibunya berencana menjemputnya di bandar udara dan bahwa dia sangat gembira.

10 tahun tidak bertemu

Aung San Suu Kyi dan mendiang suaminya, Michael Aris
Keterangan gambar, Michael Aris tidak mendapat visa sebelum meninggal

Aung San Suu Kyi terakhir kali bertemu anak bungsunya bulan Desember 2000. Sejak itu permohanan Kim Aris untuk mendapatkan visa berulang kali ditolak pemerintah Birma.

Aung San Suu Kyi dibebaskan dari tahanan rumah kurang dari seminggu setelah pemilihan umum pertama negara itu dalam 20 tahun.

Pemilu itu dikecam secara luas karena dianggap sandiwara dan dimaksudkan untuk memperkuat kekuasaan militer.

Aris melakukan pembicaraan telpon yang "mengharukan" dengan ibunya malam setelah ibunya dibebaskan, demikian disampaikan Kedutaan Besar Inggris di Bangkok.

Suami Aung San Suu Kyi, seorang akademisi Inggris, meninggal dunia tahun 1999.

Di tahap-tahap akhir perjuangannya melawan penyakit kanker, rezim militer Birma menolak memberinya visa untuk bertemu dengan istrinya.

Banyak orang percaya bila Aung San Suu Kyi meninggalkan Birma, dia tidak akan dibolehkan kembali ke negaranya.