Pemilih masih mengalir ke TPS untuk referendum

Warga Sudan memilih dalam referendum
Keterangan gambar, Pemisahan dua wilayah Sudan sudah menjadi kesepakatan sejak 2005

Pemilih di Sudan Selatan kembali ke tempat pemungutan setelah proses pemungutan suara yang disebut dunia internasional sebagai permulaan positif dalam referendum untuk pemisahan wilayah Sudan Selatan dan Utara, berlangsung relatif aman Minggu kemarin.

TPS dibanjiri warga yang berminat memberikan suara pada hari pertama pemungutan suara.

Agar pemisahan dapat dilakukan, dibutuhkan sedikitnya 60% suara pemilih terdaftar dalam referendum ini.

Seorangw artawan BBC yang mengikuti proses referendum mengatakan target mencapai 60% pemilih nampaknya akan terlampaui, dimana sebagain besar pemilih memberikan suara untuk pemisahan dan kemerdekaan pihak Selatan.

Pemungutan suara, yang dilangsungkan selama tujuh hari, merupakan bagian dari kesepakatan saat perang diakhiri tahun 2005 antara Sudan Utara yang mayoritas dihuni warga Muslim, serta Sudan Selatan yang dihuni warga Kristen dan penganut Animisme.

Presiden AS Barack Obama menyampaikan sambutan hangat berlangsungnya pemungutan suara untuk referendum yang berjalan damai ini.

Menurut Presiden Obama proses ini merupakan langkah bersejarah guna merelisasikan kesepakatan damai yang mengakhiri perang pihak Utara dan Selatan.

Namun muncul pula berita kekerasan yang menurut juru bicara Komisi Pemilihan Sudan Chan Reec melibatkan kubu pemberontak dan tentara Sudan di negara bagian Unity yang merupakan daerah kaya minyak di perbatasan wilayah Utara-Selatan.