Tunisia rombak total kabinet

PM Ghannouchi segera rombak kabinet pemerintahan sementara.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, PM Ghannouchi segera rombak kabinet pemerintahan sementara.

Perdana Menteri Tunisia Mohammad Ghannouchi mengumumkan sebuah perombakan besar-besaran kabinet pemerintahan sementara.

Dalam rencana perombakan ini Ghannouchi tetap menduduki jabatannya namun sebagian besar sekutu presiden terguling Zine al-Abedine Ben Ali diberhentikan.

Dalam pidato televisinya, Ghannouchi memutuskan untuk mengganti 12 orang menteri. Dia kembali menegaskan bahwa pemerintahan ini adalah pemerintahan transisi dan akan membawa negeri itu ke arah demokrasi.

Sejumlah posisi penting mengalami perombakan antara lain menteri pertahanan, menteri dalam negeri dan menteri keuangan yang semuanya pernah bekerja di bawah rezim Ben Ali.

Sebelumnya, pada Kamis (27/1) Menteri Luar Negeri Kamel Morjane mengundurkan diri dengan alasan demi kepentingan lebih luas Tunisia.

Perintah penahanan

Pemerintah Tunisia sudah mengeluarkan surat penahanan internasional untuk mantan Presiden Ben Ali yang kabur ke Arab Saudi 14 Januari lalu.

Ben Ali dituduh memiliki aset dan properti secara ilegal dan diam-diam mengirimkan dana segar ke luar negeri selama berkuasa.

Meski demikian, unjuk rasa di ibukota Tunis dan sejumlah kota seperti Sidi Bouzid terus berlangsung.

"Kami menolak (Perdan Menteri) Ghannouchi. Karena dia tidak memerangi korupsi di masa pemerintahan Ben Ali," kata Mohamad Fadel seorang pengunjuk rasa di Tunis.

Sebelumnya, Mohammad Ghannouchi berjanji untuk menduduki jabatannya dalam waktu singkat dan merencanakan pemilihan umum dalam jangka enam bulan.