Suu Kyi minta investor masuk Burma

Sumber gambar, BBC World Service
Pemimpin pro demokrasi Aung San Suu Kyi meminta para investor untuk menanamkan modal di negaranya yang dia sebut dalam kondisi tertinggal jauh.
Dalam sebuah rekaman suara yang disampaikan di Forum Ekonomi Dunia, Suu Kyi mengatakan 55 juta orang di Burma sangat ingin untuk menjadi bagian dari komunitas dunia.
Burma ''sangat kehilangan banyak kesempatan akibat konflik politik'', katanya.
Tetapi dia mengatakan kalau calon investor harus ''tetap menjunjung tinggi hukum di negaranya'',
Suu Kyi, yang pernah menjadi tahanan rumah selama tujuh tahun hingga November silam mengatakan, meski dia diasingkan tetapi dia tetap mengikuti perkembangan ekonomi dunia yang tengah mengalami krisis dengan mendengarkan siaran radio.
Dia mengatakan kebijakan untuk mengatasi krisis ekonomi sudah ''kuat dan tangkas'' tetapi ''masih banyak yang harus diperbaiki''.
"Kebijakan ekonomi terkait dengan pembangunan kapasitas adalah yang jalur yang terbaik untuk mencapai stabilitas dalam sebuah masa transisi demokrasi'', jelas peraih Nobel perdamaian tersebut.
"Saya meminta kepada semua yang hadir di dalam forum ini, untuk mendorong rekonsiliasi nasional, demokrasi, pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi Burma.''
Sebelumnya Jumat kemarin, Mahkamah Agung Burma menolak permohonan Suu Kyi untuk mengaktifkan kembali partai NLD pimpinannya dengan alasan partainya itu telah dibubarkan karena memboikot pemilu tahun lalu.
Mahkamah menilai kasus NLD tidak memiliki dasar.
Kuasa hukum Suu Kyi, Nyan Win, kepada BBC mengatakan hanya Menteri Kehakiman yang bisa mengubah keputusan dan tidak ada satu halpun yang bisa di lakukan NLD.
Tetapi dia mengatakan ''Kehadiran kami dan legalitas kami tidak akan berubah karena keputusan pengadilan. Partai kami tetap ada. Seperti yang dikatakan Aung San Suu Kyi, yang paling penting adalah mendukung masyarakat.''





























