Penentang Mubarak serang balik

Massa anti pemerintah Mesir bentrok dengan kelompok pendukung Presiden Husni Mubarak dan mengusir mereka dari beberapa jalan di sekitar Lapangan Tahrir yang telah mereka kuasai, Kamis (3/2).
Mereka saling melempari batu dan terdengar pula tembakan. Aparat keamaan, yang berusaha memisahkan kedua kelompok, tampak kewalahan menguasai massa.
Para pendukung Presiden Mesir Husni Mubarak dalam aksi demonstrasi tandingan di Kairo telah menyerang wartawan asing.
Beberapa wartawan dipukuli atau peralatan mereka dirusak, sedangkan beberapa lainnya ditangkap aparat keamanan. Kelompok pendukung Mubarak juga menghalang-halangi penyaluran makanan dan minuman kepada kelompok anti pemerintah yang bertahan di Lapangan Tahrir, pusat kota Kairo.
Kementerian kesehatan Mesir mengatakan delapan orang diketahui tewas akibat bentrokan sejak Rabu kemarin (2/2).
Gamal tidak maju
Di tempat terpisah, para penjarah merusak pusat perbelanjaan di kota Iskandariah, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Mesir.
Wakil Presiden Omar Suleiman mengumumkan bahwa putra Mubarak, Gamal, tidak akan mencalonkan diri sebagai kepala negara. Inilah pernyataan resmi pertama bahwa Gamal tidak akan meneruskan kekuasaan ayahnya.
Sebelumnya Perdana Menteri Mesir Ahmad Shafiq meminta maaf atas bentrokan yang terjadi di pusat kota Kairo Rabu malam (2/2), dan membantah pemerintah terlibat dalam penggalangan massa pendukung Presiden Mubarak.
"Tidak ada alasan apapun untuk menyerang pengunjuk rasa yang aman, dan oleh karena itu, saya meminta maaf," kata Ahmad Shafiq.
Shafiq berjanji akan mengadakan penyelidikan dan mengatakan pihak yang ditemukan bertanggungjawab atas insiden tersebut akan dihukum.
"Setelah penyelidikan mengungkap pelaku yang berada di balik kejahatan ini dan juga orang yang membiarkan hal ini terjadi, saya berjanji mereka akan dimintai pertanggungjawaban dan akan dihukum atas perbuatan mereka," kata Shafiq kepada televisi swasta, al-Hayat.
Perdana menteri Mesir juga menyerukan kepada massa untuk pulang ke rumah masing-masing guna membantu mengakhiri krisis yang sedang terjadi.





























