Israel khawatir dengan Mesir

Sumber gambar, AP
Israel mengamati dengan khawatir perkembangan protes anti pemerintah Mesir -salah satu negara sahabat di dunia Arab.
"Hari Penentuan" bagi Presiden Husni Mubarak adalah judul berita utama koran berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth di Israel.
Dampak <link type="page"><caption> perubahan rejim di Mesir </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/02/110201_cairoclashes.shtml" platform="highweb"/></link>akan sangat besar bagi Israel.
"Kami sangat prihatin. Kami mengamati dengan penuh kekhawatiran," ujar Dan Gillerman, mantan dutabesar Israel untuk PBB.
"Ini adalah wilayah yang sangat keras," ujarnya.
"Kami menghadapi Hezbollah di Lebanon, Hamas di Gaza dan kemungkinan organisasi Islamis yang fundamentalis dan otokratis berkuasa di Mesir bukan satu hal yang bisa kami biarkan."
Gillerman merujuk pada gerakan Islamis Mesir, Ikhwanul Muslimin.
Banyak pengamat tidak sepakat dengan gambarannya bahwa kelompok ini konservatif, tetapi sebagai organisasi Islam yang lebih moderat.
Namun Israel tetap menganggapnya sebagai ancaman.
'Perdamaian semu'
"Yang bisa terjadi dan telah terjadi di sejumlah negara seperti Iran -rejim represif Islam radikal- ini yang ditakutkan kami semua," ujar Perdana Menter Benjamin Netanyahu terkait krisis Mesir.
Sejauh ini Ikhwanul Muslimin belum memainkan peran penting dalam kebangkitan di Mesir.
Namun Israel takut jika ada pemilu baru, partai ini akan berhasil dan bahkan memenangkan pemilu.
Israel sangat bangga dengan sistem demokrasi di negaranya. Namun negara ini mungkin tidak terlalu ingin bersemangat dengan <link type="page"><caption> bentuk demokrasi yang bisa terjadi di negara-negara sekitarnya</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/01/110131_mesir_jikamubarakpergi.shtml" platform="highweb"/></link>.
Yang diinginkan Israel adalah stabilitas di kawasan dan <link type="page"><caption> Presiden Mubarak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/02/110201_mobarak.shtml" platform="highweb"/></link> berhasil menciptakannya.
Selama tiga dekade, Presiden Mubarak bak sahabat terdekat dari Dunia Arab.
Mesir merupakan negara Arab pertama yang menandatangani traktat perdamaian dengan Israel tahun 1979. Presiden AS Jimmy Carter mempertemukan pemimpin Mesir Anwar Sadan dan pemimpin Israel Menachem Begin untuk menandatangani kesepakatan bersejarah itu.
Traktat ini tetap bertahan. Namun terkadang disebut sebagai "perdamaian semu" karena tidak begitu disenani oleh rakyat Mesir.
Dan memang, tahun 1981 Presiden Anwar Sadat dibunuh oleh kaum ekstrimis Islam yang menentang traktat itu. Penggantinya adalah Presiden Mubarak.
Selama tiga dekade, Israel tidak pernah khawatir dengan negara tetangga di selatan yang kuat itu. Namun sekarang situasinya berubah.
"Israel sangat khawatir dengan langkah yang harus dilakukan untuk menahan Ikhwanul Muslimin di perbatasan," ujar Gill Hoffman, editor politik koran Jerusalem Post.
"Selama 30 tahun terakhir militer Israel tidak mengalokasikan anggaran untuk mengatasi ancaman strategis dari Mesir."
Sudah pasti
Israel berbagi perbatasan yang panjang dengan Mesir dan kedua negara memiliki akses langsung ke Jalur Gaza.

Sumber gambar, BBC World Service
Selama tiga tahun terakhir Mesir dan Israel memblokade wilayah Palestina ini.
Blokade ini bertujuan melemahkan gerakan Islamis Hamas yang menguasai Gaza.
Hamas merupakan sempalan kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir.
Israel khawatir jika ada perubahan rejim di Mesir, perbatasan dengan Gaza akan tidak aman.
Presiden Mubarak masih terus bertahan, namun Zvi Mazel, mantan dutabesar Israel untuk Mesir yang mengenal pimpinan Mesir ini, mengatakan nasibnya sudah pasti.
"Dia sudah tamat. Sudah berakhir. Bahkan jika dia bertahan lebih lama, dia sudah kehilangan pengaruh dan otoritas. Dia seharusnya mundur lima atau enam tahun lalu."
Mazel yakin opsi terbaik bagi Israel adalah Omar Suleiman, mantan kepala dinas intelijen Mesir yang baru <link type="page"><caption> ditunjuk sebagai wakil presiden</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/01/110129_mesir_wakilpresiden.shtml" platform="highweb"/></link>.
Israel sangat mengenal Suleiman. Dia memainkan peran penting dalam perundingan damai Timur Tengah dengan Palestina selama bertahun-tahun.
Pertanyaannya adalah apakah rakyat Mesir bisa menerima dia.
Untuk saat ini, perhatian Israel ditujukan ke arah selatan dengan penuh ketegangan. Namun ada juga kekhawatiran perubahan rejim di Mesir bisa membuat seluruh wilayah tidak stabil.
Negara-negara Arab lain bisa mengalami nasib yang sama. Yordania adalah salah satu lokasi kebangkitan rakyat berikut.
Rakyat negara itu sudah mulai berdemonstrasi menentang kekuasaan Raja Abdullah.
Yordania memiliki hubungan yang relatif baik denga Israel. Kedua negara menandatangani traktat perdamaian tahun 1994. Namun Israel bisa dikelilingi oleh wilayan yang penuh ketidakpastian.





























