Saeb Erekat mengundurkan diri

Juru runding Palestina, Saeb Erekat, yang memimpin beberapa putaran perundingan dengan Israel mengatakan kepada BBC bahwa dia telah mengajukan permintaan pengunduran diri.
Erekat sebelumnya menjanjikan untuk mundur jika dokumen rahasia yang bocor mengenai perundingan damai Timur Tengah datang dari kantornya.
Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas belum menerima permintaan itu, namun bukan pertama kalinya Erekat mengajukan pengunduran diri.
Bulan Januari televisi Al Jazeera menayangkan rincian sekitar 1.600 dokumen yang menyebutkan posisi Palestina dalam perundingan dengan Israel.
Dokumen itu menunjukkan Palestina siap memberikan konsesi besar meskipun berbeda dalam klaim yang disampaikan secara terbuka.
Terlihat juga bahwa selama perundingan dengan Israel tahun 2008, Palestina siap memberikan konsesi soal perbatasan akhir negara Palestina dan nasib jutaan para pengungsi dan keturunannya.
Menanggapi penyiaran dokumen itu, Erekat mengakui beberapa materinya tampaknya asli dan mengatakan publikasi dokumen itu oleh Al Jazeera membuat nyawanya terancam.
Pemilu
Sementara itu pembantu utama Presiden Mahmoud Abbas, Yasser Abed Rabbo, mengumumkan Palestina akan mengadakan pemilu sebelum September.
"Para pemimpin Palestina memutuskan untuk mengadakan pemilihan presiden dan legislatif sebelum September," kata Abed Rabbo dikutip kantor berita Reuters.
"Semua pihak diminta mengesampingkan perbedaan," katanya merujuk pemerintahan Abbas di Tepi Barat dan Hamas yang menguasai Jalur Gaza.
Namun juru bicara Hamas, Faqzi Barhoum, mengatakan legitimasi Abbas -yang didukung Barat- lemah untuk menyerukan pemilu.
"Hamas tidak akan mengikuti pemilu ini. Kami tidak akan memberikan legitimasi. Dan kami tidak akan mengakui hasilnya," ujar Barhoum kepada Reuters.
Menurut Abbed Rabbou perbedaan pendapat dapat diselesaikan di dewan legislatif yang baru setelah pemilihan presiden dan anggota parlemen.
Hamas memenangkan pemilihan anggota parlemen tahun 2006 dan setahun kemudian pasukan Abbas disingkirkan dari Jalur Gaza oleh Hamas.
Perundingan damai yang disponsori Amerika antara Palestina dan Israel tidak mencapai kemajuan sejak diluncurkan akhir tahun lalu.





























