Obama sambut janji militer Mesir

Sumber gambar, AFP
Presiden AS Barack Obama menyambut baik janji militer Mesir untuk melakukan peralihan kekuasaan kepada sipil secara damai.
Obama juga mengharapkan pelaksanaan perjanjian damai dengan Israel, setelah Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur.
Seperti diberitakan AP, sehari setelah Mubarak mundur, Obama menghubungi pemimpin negara-negara di dunia untuk menegaskan dukungannya terhadap masyarakat Mesir yang menginginkan perubahan, dengan melakukan protes selama 18 hari.
Obama juga menjanjikan dukungan berupa asistensi dan keuangan untuk pelaksanaan pemilu yang bebas dan jujur di Mesir.
Pacsa Mubarak mundur, militer Mesir memegang kekuasaan di negara itu.
Militer Mesir mendukung kesepakatan damai secara penuh, karena adanya garansi AS yang memberikan bantuan militer sebesar $1,3 miliar per tahun.
Selain Mesir, AS juga memantau perkembangan yang terjadi di negara-negara Timur Tengah.
Obama berbicara dengan Raja Abdullah II di Yordania pada Sabtu (12/2), waktu setempat, yang telah melakukan kebijakan menyusul protes yang terjadi di negaranya.
Dalam percakapan dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Gedung putih mengatakan Obama menekankan dia percaya demokrasi akan memberikan banyak kelebihan, dan stabilitas wilayah.
Demonstrasi di Timteng
Demonstrasi anti pemerintah terjadi di ibukota Yaman dan Aljazair yang diilhami peristiwa di Mesir.
Polisi anti kerusuhan di Aljazair membubarkan ribuan aktivis pro demokrasi di negara itu.
Wartawan BBC, Chloe Arnold melaporkan dari Ibukota Aljazair, Algiers, sekitar 30.000 polisi diterjunkan untuk membubarkan massa.
Demonstrasi di ruang publik di larang di Aljazair sejak pemerintah memberlakukan keadaan darurat pada 1992.
Aksi demonstrasi yang sama terjadi di Ibukota Yaman, Sanaa, yang mendesak Presiden Ali Abdullah Saleh mundur.
Masyarakat di kedua negara itu, mendesak pelaksanaan demokrasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.





























