Konstitusi baru Mesir siap dalam 10 hari

Sumber gambar, AP
Militer Mesir mengumumkan tugas pembuatan konstitusi baru negara itu akan dirampungkan dalam sepuluh hari ini.
Dewan Tertinggi angkatan bersenjata telah menunjuk para anggota panel yang menyusun undang-undang dasar baru tersebut.
Pernyataan terbaru dari Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir ini menunjukkan bahwa mereka bergerak sangat cepat dalam menyusun konstitusi baru untuk selanjutnya melaksanakan pemilihan umum baru.
Kecepatan gerak ini akan meyakinkan pihak oposisi, dan bahkan bisa jadi ada yang merasa gusar tentang apakah langkah yang demikian cepat itu merupakan upaya untuk meloloskan perubahan yang terlalu tergesa-gesa.
Seorang hakim pensiunan yang sangat disegani, Tariq el-Bishri, diangkat menjadi ketua komite yang ditugaskan untuk menyusun konstitusi baru itu.
Panel penyusun hari Selasa melakukan pertemuan pertama dengan Menteri Pertahanan Mohamed Hussein Tantawi.
Para anggota panel lainnya sebagian besar adalah para pakar hukum tatanegara, dan salah seorang diantara mereka adalah juga tokoh senior Ikhwanul Muslimin.
Para anggota oposisi telah diberitahu bahwa akan dilaksanakan referendum terhadap konstitusi baru itu dalam dua bulan mendatang meskipun belum ada pengumuman resmi tentang ini.
Jadi, sejauh ini kelihatannya militer memenuhi janji untuk menyerahkan kekuasaan kembali kepada pemerintahan sipil.
Militer mengambil alih kekuasaan dari tangan mantan presiden, Husni Mubarak, yang digulingkan oleh revolusi rakyat dalam aksi protes selama 18 hari secara terus-menerus.





























