Bentrokan marak kembali di Bahrain

Polisi mencoba mengusir pengunjuk rasa di Manama

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Polisi melepas tembakan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa di Lapangan Mutiara, Manama.

Bentrokan marak kembali antara polisi dengan pengunjuk rasa antipemerintah di ibukota Manama, Bahrain.

Polisi melepas tembakan gas air mata sebelum mundur sehingga ratusan pengunjuk rasa bisa kembali menguasai Lapangan Mutiara, yang menjadi pusat unjuk rasa antipemerintah.

Para demonstran itu antara lain membawa bendera putih yang bertulikan 'damai' dan ada yang membawa balon maupun bunga.

Sebelumnya Putra Mahkota Salman bin Hamad al-Khalifa memerintahkan penarikan mundur militer dari jalan-jalan di Manama.

Namun pengunjuk rasa mengatakan keputusan itu terlalu kecil dan sudah terlambat.

Sementara itu laporan-laporan menyebutkan Putra Mahkota Salman sudah bertemu dengan perwakilan dari semua partai politik, namun laporan itu belum bisa dikukuhkan.

Kelompok oposisi Syiah terbesar, Wefaq, sudah menolak tawaran dialog nasional yang diajukan oleh Raja Hamad.

Mereka mengatakan baru akan mempertimbangkan dialog jika pemerintah mundur dan tentara ditarik dari jalan-jalan di Manama.

Sedikitnya 50 orang cedera dalam bentrokan antara tentara dan pengunjuk rasa pada hari Jumat (18/02) setelah upacara pemakaman empat pengunjuk rasa yang tewas akibat bentrok dengan tentara sehari sebelumnya.