Demonstran Bahrain kuasai titik pusat

Ribuan demonstran antipemerintah di Bahrain kembali menguasai titik pusat protes di ibukota Manama.
Para pengunjuk rasa dengan suka cita kembali turun ke Lapangan Mutiara setelah militer Bahrain mundur dari jalanan ibukota.
Sebelumnya aparat keamanan sempat melepas tembakan dan gas air mata, setidaknya melukai 60 orang.
Militer Bahrain diperintahkan mundur dari jalan-jalan di ibukota Manama oleh Putra Mahkota Salman yang menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Bahrain, seperti dilaporkan wartawan BBC Ian Pannell di Manama.
Tersebar juga laporan bahwa kelompok oposisi Bahrain akan menyampaikan permintaanya secara formal hari Minggu ini.
Seorang sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kelompok oposisi Bahrain akan bertemu dengan Putra Mahkota Salman dan meminta untuk membebaskan narapidana politik, menurunkan pemerintah dan mengadakan dialog untuk memperbarui konstitusi.
BBC juga telah mendapat konfirmasi bahwa Pangeran Salman telah menghubungin pihak oposisi termasuk Wefaq, partai Shia utama di Bahrain.
Kelompok oposisi Syiah terbesar itu sebelumnya menolak tawaran dialog nasional yang diajukan oleh Raja Hamad, yang berasal dari kelompok Sunni.





























